Bentuk Pelanggaran Merek

Bentuk Pelanggaran Merek Salah Satu Contohnya Yakni Membuka Usaha Dengan Menggunakan Merek Yang Sudah Ada, Padahal Hal Tersebut Merupakan Pelanggaran Merek. Berbicara tentang merek, merek adalah suatu hal yang penting untuk melindungi usaha kita. Seperti yang kita tahu, merek bukanlah sekedar gambar ataupun sususan dari kata tertentu, namun merek sudah menjadi hal yang wajib dimiliki oleh setiap perusahaan, baik perusahaan besar maupun kecil. Hanya saja, ada banyak orang yang sering mengabaikan penggunaan merek.

Bentuk Pelanggaran Merek

Mereka tanpa ragu menggunakan merek yang sudah ada dan menjiplak merek tersebut untuk memasarkan produknya. Saat hal ini terjadi, sebenarnya akan ada sanksi yang akan diterima oleh pelanggar, apalagi jika merek yang ditiru merupakan merek yang sudah banyak dikenal orang. Misalnya saja seorang pengusaha kecil di bidang makanan menamai produknya dengan produk makanan terkenal.

Hal tersebut merupakan contoh dari bentuk pelanggaran merek usaha.

Dengan mengunakan merek yang sudah terkenal, seorang penjiplak merek tentunya bisa mendapatkan keuntungan yang tinggi karena masyarakat menganggap produk yang dijual adalah produk yang sama dengan produk terkenal. Padahal, sudah jelas bahwa produknya berbeda dan hanya mereknya yang tampak sama. Berbeda dengan penjiplak yang akan mendapat keuntungan, justru pemilik merek akan dirugikan karena konsumen yang harusnya membeli produknya malah membeli produk si peniru. Belum lagi, pemilik merek pun harusnya mendapat royalti dari penggunaan mereknya. Namun saat si peniru hanya menggunakan merek tanpa izin, royalti jelas tak didapat oleh pemilik merek.

Bentuk Pelanggaran Merek usaha

Bentuk pelanggaran merek sangat beragam. Seperti yang kita tahu, ada begitu banyak produk maupun jasa yang bisa dijadikan peluang usaha. Ada banyak orang yang mungkin tertarik untuk mengelola bisnis makanan yang sama, namun tentunya cara pengolahan dan rasanya akan berbeda. Disinilah merek dibutuhkan. Untuk membedakan kualitas rasa dan juga keunikan dari makanan tersebut, merek dibutuhkan agar konsumen bisa mengenali perbedaan dari makanan-makan tersebut. Seperti yang dikatakan Imam Sjahputra, fungsi merek adalah sebagai tanda pengenal, sebagai pelindung masyarakat atau konsomen, sebagai penjaga kepentingan produsen, pemberi gengsi karena reputasi, dan juga sebagai jaminan kualitas.

Melihat pentingnya fungsi merek, maka setiap perusahaan yang bergerak di bidang jasa maupun produk harus mempunyai mereknya sendiri agar merek tersebut bisa mencerminkan produk atau jasa yang ditawarkan. Melihat banyaknya produk yang bisa ditawarkan, maka tak jarang banyak sekali pengusaha yang meniru merek dagang yang sudah terkenal. Bentuk pelanggaran merek terdaftar bisa dikategorikan menjadi tiga jenis, yaitu bentuk pelanggaran dalam merek dagang, pelanggaran merek jasa, dan pelanggaran merek kolektif. Pelanggaran merek dagang adalah pelanggaran terhadap merek yang digunakan dalam bidang perdagangan. Maksudnya, ada produk yang dijual dan produk tersebut telah memiliki merek.

Lalu, peniru menjiplak merek produk tersebut dan memasarkannya agar mendapat keuntungan besar. Berbeda dengan pelanggaran merek dagang, pelanggaran merek jasa adalah pelanggaran yang melibatkan merek-merek dalam bidang jasa. Seperti yang kita tahu, tak semua perusahaan memasarkan produk, namun banyak perusahaan yang menawarkan jasa, seperti jasa design, arsitek, dan masih banyak lagi. Tentunya perusahaan-perusahaan tersebut memiliki merek tertentu untuk mempromosikan jasanya.  Dan satu lagi adalah pelanggaran merek kolektif. Merek kolektif adalah merek yang digunakan untuk barang maupun jasa dengan karakteristik sama yang diperdagangkan oleh beberapa orang ataupun badan hukum untuk membedakan dengan barang dan jasa sejenis.

Bentuk Pelanggaran Merek tupperware

Di Indonesia, banyak sekali bentuk pelanggaran merek yang melibatkan merek-merek terkenal. Hal ini membuktikan bahwa masih banyak pengusaha di Indonesia yang menyepelekan hak cipta. Salah satu contoh pelanggaran merek yang terjadi di Indonesia adalah pelanggaran merek TUPPERWARE. Tentu saja kita tidak asing dengan produk ini. TUPPERWARE merupakan merek dagang untuk peralatan rumah tangga, seperti wadah-wadah, tempat air, dan masih banyak lagi.

Bentuk Pelanggaran Merek tulipware

TUPPERWARE merupakan merek dagang dari perusahaan Amerika. Namun, pelanggaran terjadi saat perusahaan yang berada di Bandung meniru nama TUPPERWARE menjadi TULIPWARE. Tentu saja kedua nama itu jadi terdengar mirip. Yang menjadi masalah lainnya adalah, tulisan TULIPWARE yang terdapat pada produk yang dipasarkan sangat mirip dengan tulisan TUPPERWARE. Tak hanya itu saja, desain produknya pun terlihat mirip dengan TUPPERWARE. Tentu saja pelanggaran ini sangat merugikan pihak TUPPERWARE. Adanya produk TULIPWARE membuat para konsumen terkecoh karena kurang teliti saat akan membeli produk TUPPERWARE.

Tentu saja hal ini memberikan pengaruh negatif pada TUPPERWARE. Selain kasus pelanggaran merek TAPPERWARE, sebenarnya masih banyak lagi contoh pelanggaran merek yang terjadi di Indonesia. Beberapa kasus pelanggaran merek terkenal di Indonesia adalah kasus merek LEVIS dengan REVISE, kasus Warung Podjok dengan Warung Pojok, kasus produsen mobil Lexus dengan produsen helm bermerek Lexus, dan masih banyak lagi kasus yang lainnya.

    Chat WA