Biaya Mendaftarkan Merek Dagang

Biaya Mendaftarkan Merek Dagang Sering Menjadi Bahan Pertimbangan Para Pemilik Usaha Karena Mereka Masih Ragu Untuk Mengeluarkan Sejumlah Biaya untuk memperoleh merek dagang yang paten dan resmi. Padahal dengan memiliki merek dagang yang paten, nantinya Anda bisa merasakan banyak keuntungan mulai dari kepercayaan konsumen yang kian meningkat pada produk Anda serta nilai jual produk serta usaha Anda juga akan lebih terangkat. Pemberian merek dagang pada produk juga sangat disarankan untuk produk baru yang akan dipasarkan sehingga produk tersebut nantinya tidak diklaim oleh pihak lain yang tidak bertanggungjawab. Bahkan yang lebih parah lagi produk tersebut akan diplagiat atau digandakan tanpa seizin dari Anda.

Tentu saja hal ini akan membawa kerugian bagi usaha Anda bahkan para konsumen yang tidak mengetahui keaslian produk tersebut. Oleh karena itu, segera daftarkan merek dagang Anda untuk memperoleh hak paten dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual atau Ditjen HKI. Meskipun nantinya Anda harus membayar biaya mendaftarkan merek, namun hal tersebut akan sangat berguna untuk pemasaran produk Anda dalam jangka panjang ke depannya. Hak paten merupakan bentuk perlindungan dari HKI untuk karya yang bersifat teknologi atau invensi, serta solusi untuk masalah yang ada pada teknologi sebelumnya. Akan tetapi untuk memperoleh hak paten tersebut tentunya ada beberapa prosedur yang harus Anda laksanakan dan penuhi agar pendaftaran merek dagang Anda disetujui oleh Dirjen HKI.

Biaya mendaftarkan merek dagang

Biaya mendaftarkan merek dagang memang suatu hal yang penting, namun ada hal lain yang harus diperhatikan yaitu persyaratan substantif dari produk atau invensi yang akan diajukan hal patennya.

Persyaratan tersebut diantaranya suatu invensi belum boleh dipublikasikan jika hak patennya belum diajukan serta belum memperoleh tanggal penerimaan. Jika sebuah invensi yang diajukan, namun sebelumnya invensi lebih dulu dipublikasikan, maka bisa menggagalkan pengajuan invensi tersebut. Selain itu, invensi juga mengandung langkah inventif, sehingga akan diberikan pada orang yang memiliki keahlian. Invensi tersebut bisa diterapkan secara industri sehingga dapat dilakukan secara berulang-ulang dalam proses produksinya. Biasanya orang yang menghasilkan invensi baik secara perorangan atau kelompok disebut sebagai inventor. Inventor inilah yang nantinya berhak memperoleh hak paten, namun hak paten juga bisa dialihkan asalkan memiliki hak tertulis dari inventor.

Oleh karena itu, sebuah invensi atau produk sebaiknya segera dipatenkan dengan mendaftarkan merek dagang. Hal ini disebabkan karena hak paten hanya diberikan pada yang pertama kali mengajukan sehingga jika muncul merek dagang yang sama, maka yang berhak menggunakan merek dagang tersebut adalah pihak yang sudah terlebih dahulu mendaftarkan hak patennya pada HKI. Sebelum menuju ke masalah biaya mendaftarkan merk, sebaiknya Anda memahami proses yang harus Anda lalui ketika mendaftarkan hak paten pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian HAM. Proses tersebut dimulai dari pengisian formulir oleh pemohon dan melampirkan kelengkapan dokumen yang harus dipenuhi oleh pemohon. Setelah formulir dan dokumen tersebut diajukan, maka pihak verifikator akan memeriksa kelengkapan dokumen tersebut kemudian memberikan perintah bagi pemohon untuk membayar sejumlah biaya. Pembayaran biaya tersebut bisa dilakukan melalui rekening yang telah ditunjuk lalu berikan bukti pembayaran Anda untuk diserahkan bersama dengan berkas lainnya pada pihak Ditjen HKI. Jika semau persyaratan telah dipenuhi dan biaya sudah terbayar, maka Anda tinggal menunggu proses berikutnya sesuai dengan ketentuan yang telah berlaku sesuai dengan Undang-undang hingga sertifikat hak paten merek dagang Anda bisa diterbitkan.

Biaya mendaftarkan merek

Bagi Anda yang berencana akan mendaftarkan merek dagang tentu penasaran dan bertanya-tanya mengenai besar biaya mendaftarkan merek dagang. Besar biaya tersebut telah ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah No. 45 tahun 2016. Adapun biaya tersebut besarnya berbeda untuk pengajuan secara online maupun manual. BNBP Paten juga ditetapkan berdasarkan beberapa golongan. Diantaranya paten UMKM, Litbang dan Lembaga Pendidikan yang besar biaya pendaftarannya tergolong rendah. Sedangkan untuk paten masyarakat umum besar biayanya cukup lumayan yaitu di atas 1 juta rupiah. Terdapat pula paten sederhana UMKM, Litbang Pemerintah, serta Lembaga pendidikan yang biayanya juga cukup rendah di bawah 500 ribu rupiah. Paten sederhana masyarakat umum biayanya sekitar 800 ribu sampai di atas 1 juta rupiah. Permohonan salinan dokumen paten juga membutuhkan biaya besarannya sekitar 10 ribu rupiah per lembar. Oleh karena itu, bagi Anda yang ingin mendaftarkan merek dagang, maka sebaiknya pelajari dengan betul prosedurnya serta persiapkan segala biaya yang dibutuhkan untuk memperlancar proses pengajuan hak paten produk Anda.

Untuk pengajuan merek dagang produk baru, prosedurnya juga hampir sama dengan pengajuan hak paten. Dimana besar biaya yang harus dibayarkan juga sesuai dengan Undang-undang yaitu 600 ribu rupiah jika dilakukan secara manual untuk permohonan pendaftaran merek serta permintaan perpanjangan perlindungan UMKM, sedangkan jika permohonan dilakukan secara online, maka besar biayanya adalah 500 ribu rupiah. Untuk permohonan pendaftaran merek terdaftar untuk umum, maka besar biayanya adalah 2 juta rupiah untuk pengajuan secara manual dan 1,8 juta rupiah untuk pengajuan secara online. Terdapat pula layanan perpanjangan perlindungan untuk UMKM maupun umum yang biasanya akan berakhir selama 6 bulan. Perpanjangan perlindungan tersebut juga membutuhkan biaya yang harus Anda bayarkan demi kelancaran pengajuan merek dagang Anda. Itulah penjelasan mengenai prosedur dan biaya mendaftarkan brand di Ditjen HKI. Penjelasan di atas bisa menambah wawasan Anda mengenai pendaftaran merek dagang yang resmi dan paten sehingga bisa memberikan informasi mengenai besar biaya serta prosedur pendaftaran yang bisa Anda persiapkan mulai dari sekarang.

    Chat WA