Biaya pendaftaran hak paten

Biaya Pendaftaran Hak Paten Mungkin Dibutuhkan Oleh Anda Yang Ingin Mendaftarkan Merek Produk Pada Lembaga Ditjen HKI atau Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. Jika Anda mempunyai sebuah produk baru dan tidak ingin diklaim oleh orang lain atau digandakan tanpa izin oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, maka pendaftaran merek ini sangat dianjurkan. Meskipun Anda harus membayar biaya yang tidak sedikit, tapi akan sangat berguna untuk masa depan produk yang dihasilkan.

Biaya pendaftaran hak paten

Paten sendiri ialah bentuk perlindungan terhadap hak kekayaan intelektual bagi sebuah karya yang bersifat inveksi atau teknologi serta mengandung pemecahan teknis pada masalah yang ada di teknologi sebelumnya. Supaya bisa mendapatkan hak paten, suatu produk atau invensi harus memenuhi persyaratan substantif, yang mana di antaranya baru, mengandung langkah inventif dan bisa diterapkan secara industri. Baru, maksudnya suatu invensi tidak boleh mempublikasikan paten di media mana pun sebelum permohonan diajukan serta memperoleh tanggal penerimaan.

Apabila invensi tersebut diajukan permohonannya dan memperoleh tanggal penerimaan 15 Agustus 2017, maka publikasinya pada tanggal 14 Agustus 2017 bisa menggagalkannya untuk mendapatkan hak paten karena dianggap tidak baru. Mengandung langkah inventif, artinya paten hanya diberikan pada invensi yang tidak obvious atau tidak dapat diduga, bagi orang yang punya keahlian di bidang terkait. Dapat diterapkan secara industri, yaitu suatu invensi harus bisa melaksanakan produksi secara berulang-ulang, konsisten serta tidak berubah-ubah.

Misalnya, produk susu dengan komposisi air yang dicampur dengan susu sapi murni, susu bubuk dan gula saja tidak bisa masuk kategori tersebut. Jadi, harus diuraikan komposisi kimiawi dan sebagainya.

Dengan demikian, syarat-syarat untuk mengajukan permohonan dan membayar biaya pendaftaran hak paten merek akan terpenuhi.

Biaya pendaftaran hak paten merek

Orang yang menghasilkan invensi, baik sendiri maupun bersama beberapa orang disebut dengan inventor. Ialah yang berhak mendapatkan paten atas invensi yang diciptakannya dan siapapun (di luar inventor) yang ingin memilikinya harus memperoleh pengalihan hak dari inventor secara tertulis. Sebaiknya, suatu invensi dipatenkan dengan segera karena dalam hal ini berlaku prinsip siapa cepat, dia yang dapat. Maksudnya, hak paten hanya diberikan pada mereka yang mengajukan permohonan pertama kali atau setidaknya telah melengkapi syarat-syarat pengajuan lebih dulu. Dengan begitu, mereka berhak memperoleh tanggal penerimaan.

Paten ini bersifat time-sensitif, jadi waktu pengajuan permohonan merupakan faktor yang sangat penting. Untuk mengajukan hak paten pada Ditjen HKI, pemohon atau pendaftar harus melalui beberapa proses, yaitu mengisi formulir dan melampirkan semua kelengkapan, lalu verifikator akan memeriksa kelengkapan tersebut dan memberi perintah pada pemohon untuk membayar sejumlah biaya pendaftaran paten. Pemohon bisa membayarnya melalui rekening bank yang ditunjuk, kemudian menyerahkan bukti pembayaran. Setelah itu, pemohon dapat memberikan formulir yang diisi, kelengkapan lainnya dan bukti pembayaran pada petugas loket.

Selanjutnya, permohonan akan diproses sesuai peraturan perundang-undangan sampai dikeluarkannya keputusan akhir. Bagi Anda yang ingin tahu biaya untuk mendaftarkan hak paten, berikut rinciannya menurut Peraturan Pemerintah No. 45 tahun 2016: Paten UMKM, Lembaga Pendidikan dan Litbang Pemerintah. Selain  paten, Ditjen HKI juga menerima pendaftaran merek suatu produk. Langkah-langkahnya sama dengan pengajuan paten di atas, yaitu pemohon harus melewati berbagai tahapan termasuk membayar pendaftaran hak paten guna memperoleh hak merek atas produk yang dihasilkan.

Biaya pendaftaran paten

Langkah-langkahnya dimulai dari mengisi formulir dan melampirkan semua kelengkapan yang diperlukan dan berakhir pada proses lebih lanjut yang dilakukan oleh Ditjen HKI. Tapi, rincian biaya untuk pendaftaran merk berbeda, yaitu: Permohonan Pendaftaran Merek dan Permintaan Perpanjangan Perlindungan Merek Terdaftar Untuk UMKM. Biayanya ada yang lebih murah dari biaya pendaftaran hak paten, tapi ada pula yang lebih mahal. Masa perlindungan hak merek tersebut berlaku hingga 10 tahun sejak tanggal penerimaan, jadi misal diterima pada 3 Maret 2015, maka perlindungannya akan berakhir pada 3 Maret 2025.

Masa perlindungan tersebut bisa diperpanjang 10 tahun secara terus menerus. Pemegang hak merek bisa mengajukan perpanjangan sejak satu tahun sebelum berakhirnya perlindungan, jadi bila dalam contoh di atas 3 Maret 2024. Syarat-syarat perpanjangan merek ialah formulir yang dibuat rangkap empat dan diisi secara lengkap, fotokopi sertifikat merek yang hendak diperpanjang, surat pernyataan hak, surat kuasa (apabila diperlukan), fotokopi identitas pemohon, fotokopi akta Pendirian Badan Hukum yang sudah dilegalisir dan NPWP (jika pemohon merupakan bahan hukum), fotokopi identitas orang yang akan menandatangani surat kuasa dan surat pernyataan serta membayar sejumlah biaya perpanjangan merek.

Apabila Anda ingin mengetahui informasi biaya pendaftaran hak paten lebih jelas, sebaiknya langsung datang ke kantor Ditjen HKI atau mengontaknya melalui telepon/email.

    Chat WA