Biaya Pengurusan HAKI

Biaya Pengurusan HAKI Seringkali Di Ragukan Oleh Pengguna Jasa Konsultan Hak Kekayaan Intelektual. Padahal, Perihal Biaya Pihak Haki Tidak Pernah Memberatkan pemohonannya. HAKI yang merupakan singkatan dari Hak Atas Kekayaan Intelektual menjadi bagian dari apa yang didapat oleh seorang pemohon pendaftaran HKI. Apa yang didapat ini berupa wewenang atau kekuasaan atas kekayaan intelektualnya yang diatur dalam norma dan undangundang yang berlaku. Hak sendiri secara umum terdiri atas dua macam, yaitu hak mutlak dan hak amanat aturan.

Dirjen HKI pendaftaran merek

HAKI termasuk ke dalam jenis hak amanat aturan. Artinya, HAKI menjadi suatu hak yang diberikan kepada perorangan atau perusahaan yang diatur oleh masyarakat sendiri atau perundangan. Dalam hal ini, Hak Atas Kekayaan Intelektual tadi menjadikan masyarakat sebagai penentu seberapa besar hak diberikan kepada individu atau kelomok perusahaan lainnya. Tentunya, hak itu sendiri tidak lepas dari undang-undang yang mengaturnya. Untuk bisa mendapatkan wewenang atau kuasa dari kekayaan intelektual tersebut, terlebih dahulu pemilik hak harus mendaftarkan kekayaan intelektualnya ke dirjen hki.

Kekayaan intelektual ini bisa berupa merek dagang atau jasa, logo, dan lain sebagainya. Dirjen HKI pendaftaran merek memudahkan Anda, terutama pebisnis pemula. Kegiatan bisnis saat ini, baik online maupun offline memunculkan persaingan yang cukup tinggi. Maka dari itu, pendaftaran merek dagang ini dirasa perlu dilakukan. Untuk pendaftarannya sendiri dibutuhkan beberapa langkah, mulai dari mengecek nama merek-merek yang sebelumnya sudah terdaftar, mengecek nama merek yang akan didaftarkan untuk menghindari persamaan dengan merek yang lain, mengajukan permohonan ajuan merek, mendaftar ke Dirjen HKI, hingga menunggu hasil dari HKI.

Dalam prosesnya, rincian pendaftaran merek termasuk ke dalam biaya pengurusan HAKI.

prosedur pendaftaran HKI logo perusahaan

Mengingat, pendaftaran merek dagang atau jasa juga menjadi salah satu prosedur yang ada pada pengurusan HKI. Bahkan, dalam proses pendaftaran merek sendiri tidak hanya meliputi nama merek yang digunakan. Logo, simbol, hingga pelafalan nama merek sudah termasuk didalamnya. Meski prosedur pendaftaran HKI logo perusahaan memiliki sedikit perbedaan dengan pendaftaran merek, namun pada dasarnya proses secara umumnya tetap sama. Yang membedakannya adalah logo yang berupa gambar termasuk ke dalam suatu karya cipta yang dihasilkan individu atau kelompok.

Hak adat karya cipta ini diatur dalam Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 mengenai Hak Cipta. Sedangkan merek sendiri merupakan suatu tanda yang dappat ditampilkan, baik beruppa simbol, nama, kata, huruf, angka, bahkan logo yang bisa membedakan produk barang atau jasa yang digunakan untuk kegiatan perdagangan antara produk orang atau bahan hukum. Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa untuk mendaftarkan logo perusahaan di Dirjen HKI, bisa melalui proses pendaftaran merek dagang atau jasa terlebih dahulu. Mengingat, pada prosedur pendaftaran merek pun didalamnya sudah termasuk ke dalam gambar, logo, simbol itu sendiri.

biaya pengurusan HAKI

Jika sebelumnya, sudah dibahas mengenai biaya pengurusan HAKI hingga prosedur pendaftaran merek dan hak cipta dari logo atau simbol merek. Maka Pembahasan selanjutnya adalah mengenai pendaftaran paten merek HAKI. Pendaftaran hak paten pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan pendaftaran hak merek atau hak cipta. Ketiganya saling berkaitan dalam hal hak kekayaan intelektual. Merunut pada pengertiannya, hak paten merupakan perlindungan atas hak kekayaan intelektual ada individu atau lembaga perusahaan yang bersifat teknologi. Jika dihubungkan dengan hak merek dan hak cipta, ketiganya saling berkaitan satu dengan yang lain.

Karena, ketiganya sama-sama berhubungan dengan industri kreatif, baik itu dagang maupun jasa. Yang perlu diperhatikan dalam pendaftaran paten itu sendiri adalah produk apa yang akan dipatenkan, kapan waktu yang tepat untuk mematenkan roduk temuan, prosedur pendaftaran paten yang dilakukan, serta rincian biaya yang diperlukan untuk mengurus hak kekayaan intelektual tersebut. Produk yang dipatenkan sendiri haruslah memenuhi syarat dan ketentuan. Karena, tidak semua produk baru bisa dipatenkan. Untuk masalah waktu, proses pendaftaran paten ini memang tidak bisa diremehkan.

Karena diperlukan waktu yang cukup panjang dalam proses pendaftarannya. Proses pendaftarannya sendiri, dibutuhkan beberapa tahapan, seperti melengkao form permohonan paten, kelengkapan persyaratan pendaftaran, menyelesaikan pembiayaan pendaftaran, hingga proses pemeriksaan substantif yang memakan waktu hingga 2 tahun lamanya. Yang juga penting untuk diketahui bagi setiap pemohon, hak paten ini memiliki masa berlaku. Masa berlaku untuk 1 hak paten sekitar 20 tahun. Setelah 20 tahun, hak paten tersebut tidak berlaku lagi dan temuan yang dihakpatenkan bisa digunakan secara bebas tanpa izin.

    Chat WA