Cara Daftar Hak Paten Merek

Cara Daftar Hak Paten Merek Merupakan Informasi Penting Bagi Siapapun Yang Berniat Untuk Mendapatkan Hak Paten Atas Merek Dagang Yang Dimiliki. Pendaftaran hak paten merek merupakan salah satu cara negara memberi perlindungan atas hak kekayaan intelektual seseorang di bidang bisnis berupa sebuah merek dagang. Seseorang yang menghasilkan karya orisinil, penemu sebuah produk benda ataupun pemilik merek dagang memiliki hak intelektual atas apa yang mereka hasilkan. Dalam kegiatan bisnis; kepemilikan hak atas merek atau merek dagang merupakan hal yang sangat penting. Merek merupakan bagian dari identitas sebuah kegiatan usaha. Merek dagang dapat mencerminkan citra sebuah lembaga bisnis sekaligus memberi jaminan kualitas bagi konsumen yang menggunakannya. Karena alasan itulah pelanggaran hak atas merek dagang dapat merugikan pemilik merek dagang tersebut karena kerusakan citra perusahaan ataupun kerugian yang mungkin diderita oleh pelanggan selaku konsumen. Pelaku bisnis yang serius sebaiknya mengetahui cara daftar hak paten dan mendaftarkan merek dagang yang dimiliki agar memperoleh perlindungan hukum dari pihak negara. Segala tindakan pemanfaatan merek yang tidak sesuai dengan aturan oleh pihak lain dapat dituntut secara hukum selama merek tersebut telah didaftarkan ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual.

Cara Daftar Hak Paten Merek

Cara daftar hak paten merek atau merek dagang di Ditjen HKI sebenarnya terbilang sederhana dan mudah.

Seorang pemohon kepemilikan hak atas paten merek atau merek dagang cukup mengajukan surat permohonan dan memenuhi syarat – syarat yang dibutuhkan untuk memperoleh hak atas paten merek tersebut. Sebelum mengajukan surat permohonan hak atas paten merek tertentu; pihak yang akan mengajukan permohonan sebaiknya telah melakukan riset dan penelusuran terkait nama merek yang akan didaftarkan. Hal ini wajib dilakukan guna memastikan nama merek tersebut masih belum digunakan oleh pihak lain dan belum terdaftar di Ditjen HKI. Pihak Ditjen HKI berhak menolak permohonan pendaftaran atas hak merek tertentu jika nama merek yang diajukan telah digunakan dan didaftarkan pihak lain di Ditjen HKI. Pemohon diwajibkan untuk mengisi informasi pribadi atau biodata baik untuk pemohon perusahaan ataupun perorangan. Informasi mengenai nama, alamat serta kewarganegaraan pemohon harus dicantumkan dengan jelas dan ditulis dengan benar. Pemohon juga diwajibkan untuk menyerahkan contoh dari merek sejumlah 30 buah dengan ukuran terkecil sebesar 2 cm X 2 cm dan ukuran terbesar 9 cm X 9 cm. Surat pernyataan kepemilikan dan fotokopi KTP bagi pemohon perorangan serta fotokopi NPWP bagi pemohon berupa lembaga usaha juga wajib disertakan pada pengajuan untuk mendapatkan berkas formulir. Proses lanjutan dari cara daftar hak merek adalah dengan mengisi formulir pendaftaran. Bagian pertama dari proses mengajukan hak atas paten merek dilakukan dengan disertai verifikasi oleh pihak Ditjen HKI. Selanjutnya proses bagian kedua pengajuan hak paten merek berupa penyerahan etiket merek yang diajukan hak kepemilikannya. Proses tersebut disertai dengan penyerahan bukti pembayaran pendaftaran pengajuan paten merek dan penyerahan bukti penerimaan permintaan proses pendaftaran. Ditjen HKI kemudian akan melakukan proses verifikasi formal dan substansial yang meliputi syarat – syarat pendaftaran dan pemeriksaan dari paten merek yang diajukan kepemilikan haknya.

Cara Daftar Hak Paten Merek Dagang

Pemohon hak kepemilikan hak paten merek memiliki waktu satu bulan untuk melengkapi syarat substansial dan waktu dua bulan untuk melengkapi syarat verifikasi formalitas. Proses lanjutan dari cara daftar hak paten merek berupa verifikasi dan pemeriksaan substansif yang dilakukan oleh Ditjen HKI maksimal berlangsung selama 9 bulan. Setelah melengkapi syarat – syarat verifikasi formalitas dan substansif; pemohon tinggal menanti pihak Ditjen HKI mengeluarkan berita resmi yang memuat pengumuman permohonan dari paten merek yang diajukan. Pemohon dapat mengajukan keberatan dan melakukan klarifikasi jika terjadi kesalahan atau kekurangan dari berita resmi yang dikeluarkan Ditjen HKI. Sedangkan jika pihak pemohon telah menerima isi dari berita resmi berupa pengumuman yang dikeluarkan oleh Ditjen HKI; maka sertifikat kepemilikan hak paten merek akan dikeluarkan selambat – lambatnya 3 bulan setelah pengumunan dan kemudian dapat diambil oleh pihak pemohon. Pengetahuan mengenai daftar hak paten merek ini dapat menjadi acuan bagi pelaku atau pemilik usaha yang ingin mengajukan hak kepemilikan atas paten merek dagang yang dimiliki dan digunakan dalam kegiatan usaha.

    Chat WA