Cara Membentuk Brand Identity

Cara Membentuk Brand Identity Diperlukan Oleh Semua Pelaku Usaha Atau Pemilik Produk Agar Produknya Melekat Di Hati Masyarakat. Untuk Membangun Brand Identity hanya dengan banyak beriklan baik di media cetak, iklan outdoor, atau berbagai ikan model baru lainnya. Pelaku usaha wajib melakukan sesuatu yang berarti di hati konsumen. Jadi Anda tidak hanya sekedar menjual tetapi juga mempunyai implikasi jangka panjang.

Cara membentuk brand identity

Perlu diketahui bahwa perusahaan atau brand yang memiliki reputasi bagus sudah tidak perlu lagi melakukan promosi, public relation, marketing, atau CSR (Corporate Social Responsibility) karena semua itu akan terjadi dengan sendirinya. Cara baru untuk membentuk brand identity adalah membentuk usaha yang dicintai oleh masyarakat, investor, dan karyawan perusahaan. Hal ini sangat berkaitan dengan reputasi. Menurut masyarakat selaku customer, reputasi yang baik dapat menentukan keputusan membeli. Untuk karyawan perusahaan, brand yang sudah memiliki nama baik dapat memicu mereka untuk lebih berkomitmen dan loyal. Reputasi juga dapat mengundang investor untuk berinvestasi dan menanamkan modalnya.

Nama baik dari suatu brand juga dapat menarik media untuk selalu mengikuti perkembangannya. Beberapa brand yang dapat meraih semua itu di antaranya adalah produk Apple dan The Body Shop. TBS adalah brand produk perawatan tubuh yang dikenal ramah lingkungan sehingga mampu mengambil simpati konsumen dari berbagai penjuru dunia. Anita Roddic, pencipta merek tersebut juga dikenal sebagai penggiat lingkungan hidup. Beralih ke Apple, produk – produknya diketahui memiliki reputasi tersendiri dibandingkan produk sejenisnya.

Saat ini, perusahaan yang didirikan Steve Jobs itu sudah berhasil banyak konsumen yang loyal dari berbagai penjuru dunia. Untuk membangun brand, Anda perlu memulainya dengan menguasai dasar hukum merek. Selain itu, Anda juga perlu memulainya dengan menyinergikan hati, pikiran dan jiwa yang kemudian diimplikasikan dalam model bisnis dengan menciptakan visi, misi, dan nilai. Dengan demikian perusahaan nanti akan mampu menciptakan brand identity, integrity dan brand image.

dasar hukum merek

Brand identity tidak hanya sekedar merek yang sudah masuk dalam daftar dgip merek. Brand identity itu sendiri merupakan elemen dari sebuah brand atau merek yang menyampaikan komitmen, karakter, dan nilai produk dari sebuah perusahaan agar dapat dipahami dengan mudah oleh konsumen melalui aspek simbol, warna, atau tipologi.

Jadi tidak heran jika cara membentuk brand identity memiliki kaitan erat dengan desain logo.

Identitas brand tersebut juga berkaitan dengan bagaimana karakter brand produk Anda ingin dipahami konsumen apakah tegas, humoris, serius, santai, dan lain sebagainya.

dgip merek

Sebagai contoh, Yahoo! membentuk brand identity di Twitter lewat humor-humor segar untuk menarik para pembacanya. Sementara itu Markobar (Martabak Kota Barat) milik anak Presiden Joko Widodo menjadikan media sosial sebagai ajang untuk memperkuat company branding. Perlu diingat bahwa brand identity yang kuat dari suatu produk tidak dapat diperoleh secara instan. Brand tersebut berkaitan erat dengan karakteristik dan reputasi dimana keduanya memerlukan waktu yang cukup lama untuk dibangun tetapi sangat mudah diruntuhkan ketika sudah dicapai. Usaha untuk meraih identitas brand perlu dilakukan dengan komitmen yang kuat dan konsisten karena manfaat yang didapat akan sepadan ketika berhasil.

Jadi hanya sekedar memiliki dgip paten merek saja masih belum cukup. Ada beberapa manfaat yang akan didapatkan ketika Anda berhasil membangun brand identity yang kuat., khususnya untuk distributor. Ketika brand identity Anda sudah kuat, tingkat kepercayaan distributor untuk mendistribusikan berbagai hal yang berkaitan dengan usaha Anda juga akan meningkat. Nantinya konsumen juga akan lebih percaya dan paham terhadap nilai-nilai yang ditawarkan oleh brand Anda. Hal ini akan berdampak positif juga untuk untuk distributor. Selain itu, tentu masih ada beberapa manfaat lainnya yang dapat diperoleh yaitu sebagai berikut:

Pertama, brand identity akan membantu meningkatkan permintaan pasar terhadap produk Anda. Ini adalah kesempatan besar untuk memperoleh loyalitas konsumen. Umumnya konsumen akan setia pada suatu brand yang mampu menjaga kualitas produk atau pelayanannya. Hal ini karena brand identity berperan secara strategis. Seseorang mungkin saja membeli produk tertentu namun itu untuk pertama dna terakhir kalinya. Dengan adanya brand identity, Anda dapat memastikan bahwa saat seseorang membeli produk Anda, itu bukan produk terakhir yang akan ia beli dalam hidupnya. Manfaat kedua, Anda akan mendapatkan referensi professional.

Alasannya, brand identity Anda sudah dianggap mempunyai kredibilitas tinggi. Jadi para professional juga akan merekomendasikan saat orang lain mencari layanan atau produk sejenis. Setelah mengetahui manfaatnya, Anda perlu mengetahui dengan baik langkah – langkah dalam cara membentuk brand identity. Langkah pertama adalah strategi dan konsep. Hal ini penting karena jika tidak, arah company branding nantinya tidak akan jelas. Dalam strategi tersebut perlu mencakup berbagai komponen seperti tujuan brand dan emosi yang ingin dimunculkan dari brand tadi. Kedua, perhatikan kompetiror. Anda perlu mengetahui apa saja yang telah dilakukan oleh kompetitor dengan brand mereka dari simbol, warna, dan ukuran yang digunakan.

dgip paten merek

Dengan demikian, Anda dapat menentukan faktor pembeda bagi brand Anda dengan mudah. Ketiga, jangan hanya mengandalkan logo. Memang logo memiliki peranan tersendiri untuk mengembangkan brand identity yang membuat konsumen mengenali usaha Anda dengan mudah. Beberapa brand kuat seperti Starbuck, Coca Cola, Mc Donalds menjadi kuat bukan hanya karena mengandalkan logo tetapi mereka juga terus menanamkan nilai dalam produk atau layanan mereka. Ingat, logo memang menjadi penunjang yang penting bagi sebuah brand identity, tetapi ini bukan fondasi utama. Keempat Anda perlu menonjolkan keistimewaan. Sangat penting bagi konsumen untuk mengetahui faktor pembeda atau USP (Unique Selling Point) yang membuat produk Anda berbeda daripada brand lainnya. Untuk menemukan USP ini, Anda perlu menganalisa secara mendalam mengenai apa saja yang dimiliki brand Anda dan tidak dimiliki oleh kompetitor.

Catat semua poin pembeda tersebut dari awal dan komunikasikan secara strategis seperti lewat slogan atau logo. Kelima, perjelas ekspektasi cara pengembangan brand identity tersebut. Ekspektasi tersebut harus selalu diperjelas agar usaha yang dilakukan selalu fokus pada pencapaian ekspektasi. Yang penting, selalu ingat bahwa brand identity adalah elemen kasat mata dari brand. Namun sebelum membangun brand, pastikan dulu brand Anda tidak sama dengan brand lain di dgip penelusuran merek.

    Chat WA