Cara Mendaftarkan Merek Dagang

Cara Mendaftarkan Merek Dagang Layaknya Menjadi Konsentrasi Utama Para Pengusaha UMKM  Walaupun Seringkali Kebanyakan Dari Mereka Lebih Mementingkan menjalankan bisnisnya terlebih dahulu. Padahal ada banyak keuntungan yang bisa diperoleh bila sebuah bisnis mempunyai merek dagang sendiri yang telah dipatenkan. Dengan mempunyai brand sendiri bisnis Anda berpotensi berkembang sehingga bisa bertahan dalam jangka waktu lama. Sebelum mendaftarkan merek dagang hal pertama yang perlu dilakukan adalah cek paten merek dagang.

cara mendaftarkan merek dagang

Intinya sebelum memutuskan untuk  mendaftarkan sebuah merek berupa logo dan nama merek, sebelumnya pastikan terlebih dahulu apakah logo atau nama tersebut telah didaftarkan oleh pengusaha yang lain atau tidak. Manfaat penelusuran merek juga untuk mengantisipasi penolakan permohonan pendaftaran Anda serta untuk menghindari adanya tuntutan hukum di kemudian hari.

Anda bisa melakukan cek merek ini pada website resmi Ditjen HKI. Bila langkah pertama telah dilakukan berikutnya adalah melengkapi persyaratan pendaftaran merek, yaitu:

  • Nama, alamat, dan kewarganegaraan pemohon yang bisa merupakan perusahaan atau pribadi
  • 30 contoh merek berukuran maksimal 9 cm x 9 cm, atau minimal 2 cm x 2 cm
  • Daftar jasa atau barang yang diberi merek
  • Surat Pernyataan Kepemilikan dari pemohon
  • Fotokopi KTP Pemohon atau Direktur
  • Fotokopi NPWP khusus untuk perusahaan

Langkah berikutnya  cara mendaftarkan merek dagang adalah

pengajuan merek oleh pemohon serta proses verifikasi oleh Ditjen HKI. Pertama Anda atau perwakilan yang ditunjuk dengan surat kuasa harus menyerahkan atau mengirimkan formulir pendaftaran merek yang telah dilengkapi dengan seluruh dokumen sebagaima yang telah disyaratkan. Setelah melakukan cek status pendaftaran merek dan menyerahkan dokumen pendafataran, Ditjen HKI akan melakukan pemeriksaan formalitas yaitu pengecekan terhadap kelengkapan persyaratan pendaftaran merek.

Bila memang ada kekurangan, pemohon mempunyai waktu paling lama 2 bulan sejak tanggal pengiriman untuk melengkapi berkas. Prosedur berikutnya adalah pemeriksaan substantive dalam waktu maksimal 30 hari sejak tanggal penerimaan pengajuan pendaftaran merek. Dalam pemeriksaan tersebut akan diperiksa apakah pengajuan tersebut termasuk dalam kategori dimohonkan atau tidak serta memeriksa merek tersebut telah terdaftar atau belum dengan merek serta  jenis produk yang sama. Pemeriksaan substantive ini membutuhkan waktu paling lama 9 bulan.

Berikutnya dalam waktu paling lama 10 hari sejak tanggal persetujuan merek, Ditjen HKI akan mempublikasikan pengajuan tersebut dalam Berita Resmi Merek selama 3 bulan. Dalam jangka waktu tersebut pihak lain diperbolehkan mengajukan keberatan. Bila memang ada klaim dari pihak lain, keberatan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan untuk melakukan pemeriksaan kembali terhadap permohonan dan akan diselesaikan dalam jangka waktu maksimal 2 bulan terhitung dari berakhirnya masa publikasi.

Bila pada proses pemeriksaan kembali ternyata tidak ditemukan hal-hal prinsip yang dapat menimbulkan penolakan kepada pendaftaran merek maka keberatan pihak lain tersebut tak dapat diterima. Dengan demikian pendaftaran merek tersebut dinyatakan disetujui untuk dimasukkan dalam Daftar Umum Merek. Ditjen HKI berikutnya akan menerbitkan serta memberikan Sertifikat Merek pada Pemohon atau Kuasanya dalam waktu maksimal 1 bulan yang terhitung sejak tanggal permohonan merek tersebut disetujui. Jadi, jangan ragu untuk segera menerapkan tatacara mendaftarkan merek dagang ini.

    Chat WA