Cara Mendaftarkan Merk Dagang

Cara Mendaftarkan Merk Dagang Adalah Wawasan Yang Penting Untuk Diketahui Terutama Untuk Melindungi Bisnis Anda Dari Tindak Pembajakan Atau Plagiasi. Bila produk Anda tak terdaftar pada Ditjen HKI (Hak Kekayaan Intelektual) produk tersebut akan mudah ditiru apalagi bila laris di pasaran. Anda pun tak mempunyai perlindungan hukum sehingga sulit melakukan tuntutan di pengadilan walaupun sesungguhnya ada ancaman hukuman denda dengan jumlah yang cukup besar bagi pelaku.

Cara Mendaftarkan Merk Dagang

Sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Indonesia yaitu UU nomor 14 tahun 2001, hak paten adalah hak eksekutif, yang diberikan Negara kepada seseorang yang menemukan sesuatu atau seorang investor atas temuannya tersebut. Dengan demikian maka sudah jelas bila seseorang telah menemukan apa pun (produk, jasa, system, dan lain-lain) yang dianggap layak, dan secara pribadi menjadi ciptaannya serta belum pernah ada yang membuatnya dimana pun juga, maka yang bersangkutan berhak untuk mempatenkan temuannya tersebut. Untuk contoh produk yang memiliki hak paten, tentu sudah banyak kita temui dalam keseharian.

Untuk mematenkan temuan Anda termasuk untuk mendaftarkan

merek dagang atau bisnis Anda, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, yaitu:

  • Melampirkan kopi KTP (Kartu Tanda Penduduk) pemohon
  • Melampirkan Surat Kuasa jika diperlukan bila pemohon menunjuk seseorang atau jasa pengurusan paten merek perusahaannya
  • Pemohon baik perorangan atau kolektif harus mengisi biodata seperti Nama, alamat dan Kewarganegaraan secara lengkap
  • Pemohon menyerahkan 30 contoh merek produk a berukuran maksimal 9×9 cm dan minimal 2×2 cm
  • Pemohon menyiapkan daftar barang atau jasa yang mereknya akan dipatenkan
  • Surat pernyataan kepemilikan dari pemohon paten merek
  • Fotocopy NPWP bila paten merek diajukan oleh perusahaan

Bila seluruh persyaratan telah disiapkan,

berikutnya adalah melanjutkan cara mendaftarkan merk dagang yang terbagi menjadi dua tahapan.

Pertama adalah pengajuan merek oleh pemohon secara langsung dan Ditjen HKI berikutnya melakukan proses verifikasi. Setelah proses verifikasi selesai berikutnya adalah penerbitan sertifikat merek. Untuk contoh sertifikat merek dapat Anda lihat di internet dengan bantuan mesin pencari.

Pada proses verifikasi, Ditjen HKI akan melakukan pemeriksaan yang terdiri dari dua tahapan, yaitu:

  • Pemeriksaan formalitas – Pada tahap ini seluruh persyaratan registrasi merek akan dicek Bagi pemohon, cermati baik-baik persyaratan yang diminta oleh Ditjen HKI dan pastikan sudah dilengkapi seluruhnya. Bila ada persyaratan yang kurang lengkap, Ditjen HKI akan memberikan waktu maksimal dua bulan sejak tanggal diterimanya pengajuan Anda.
  • Pemeriksaan Substantif – Pemeriksaan ini dilakukan dalam jangka waktu satu bulan yang terhitung sejak tanggal penerimaan permintaan paten merek oleh staf Ditjen HKI. Umumnya pemeriksaan substantatif yang dilakukan oleh pihak HKI dilakukan paling lama 9 bulan.

Setelah pihak Ditjen HKI menyetujui pengajuan Anda, 10 hari berikutnya lembaga tersebut akan mempublikasikan permohonan Anda dalam sebuah berita resmi merek. Pengumuman ini akan dirilis selama 3 bulan dan pemohon harus mengecek secara teratur.

Apabila ada pihak ketiga yang merasa keberatan, maka yang bersangkutan dapat mengajukan keberatan dalam surat resmi tertulis paling lama dua bulan sejak tanggal penerimaan salinan keberatan kepada Ditjen HKI. Bila seluruh proses ini dapat dijalani dengan lancar maka akan diterbitkan Sertifikat Merek kepada pemohon dalam waktu maksimal 30 hari sejak tanggal permintaan paten merek disetujui dan masuk dalam daftar umum merek. Jadi kesimpulannya, sebenarnya tak sulit menerapkan cara mendaftarkan merk dagang ini.

    Chat WA