Cara Mendaftarkan Merk

Cara Mendaftarkan Merk Adalah Salah Satu Informasi Yang Harus Dicari Oleh Mereka Yang Saat Ini Tengah Memulai Menjalankan Bisnis Secara Pribadi. Tentu saja ini bisa dikesampingkan bila saat ini Anda masih merintis bisnis dengan menjadi reseller, dropshiper, atau menjalankan usaha waralaba. Tetapi sayangnya kesadaran para  pengusaha di tanah air untuk mendaftarkan merek produk atau jasa dalam bisnisnya masih belum setinggi para pengusaha pemula di Eropa atau Amerika.

Cara Mendaftarkan Merk

Padahal bila bisnis yang Anda kelola ternyata maju dan diterima dengan baik oleh pasar Anda bisa terancam oleh oknum lain yang memplagiasi produk milik Anda serta ingin mendompleng ketenaran Anda. Bila produk kreasi Anda tersebut tak didaftarkan pada Ditjen HKI (Hak Kekayaan Intelektual) Anda tak dapat melakukan tuntutan hukum walaupun sebenarnya ada sanksi untuk pelanggaran ini dengan denda sekitar 200 juta hingga 1 miliar rupiah. Untuk pendaftaran paten merek dapat dilakukan secara perorangan, bersama-sama atau kolektif, melalui jasa pengurusan paten merek, atau badan hukum.

Untuk UKM yang umumnya dirintis oleh lebih dari satu orang pendaftaran kolektif dapat menjadi alternatif dengan menyerahkan contoh merek kolektif saat pengajuan paten merek. Ada dua pengertian merek kolektif:

  • Pasal 1 Angka 4 UU Nomor 19 Tahun 1992 Tentang Merek: adalah merek yang digunakan pada barang atau jasa dengan karakteristik yang sama yang diperdagangkan oleh beberapa orang atau badan hukum secara bersama-sama untuk membedakan dengan barang atau jasa sejenis lainnya.
  • Pasal 1 Angka 1 UU Nomor 15 Tahun 2001 Tentang Merek:adalah Merek yang digunakan pada barang dan/atau jasa dengan karakteristik yang sama yang diperdagangkan oleh beberapa orang atau badan hukum secara bersama-sama untuk membedakan dengan barang dan/atau jasa sejenis lainnya.

Sebelum menerapkan cara mendaftarkan merk

sebelumnya Anda perlu mengecek apakah merek dagang baik berupa barang atau jasa yang  hendak diajukan sudah didaftarkan dan disahkan terlebih dahulu oleh orang lain atau belum. Manfaatnya adalah untuk menjamin seluruh proses lancar dan tak ditolak oleh pihak Ditjen  HKI. Caranya sangat mudah, Anda bisa menggunakan mesin pencari, bertanya langsung kepada lembaga  terkait yang berwenang, atau hubungi konsultan hak merek kami.

Alternatif lainnya adalah mengirim email pertanyaan kepada Ditjen HKI. Untuk mengantisipasi penolakan dari lembaga berwenang, Anda harus memperhatikan pasal 6 ayat (1) huruf a dan b UU No. 15 tahun 2001 tentang merek. Yang menyebabkan penolakan pengajuan paten merek adalah:

  • Mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan Merek milik pihak lain yang sudah terdaftar lebih dahulu untuk barang dan/atau jasa yang sejenis
  • Mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan Merek yang sudah terkenal milik pihak lain untuk barang dan/atau sejenisnya.

Setelah melakukan cek merek secara online, berikutnya adalah melengkapi persyaratan untuk mendaftarkan merek dagang Anda, yaitu:

  • Fotocopy KTP (Kartu Tanda Penduduk) dari pemohon
  • Surat Kuasa jika Diperlukan saat pemohon meminta bantuan orang lain untuk mengurus paten merek perusahaannya
  • Pemohon baik berupa perusahaan atau perorangan harus mengisi biodata seperti Nama, alamat dan Kewarganegaraan secara lengkap
  • Pemohon harus menyiapkan 30 contoh merek produk atau contoh merek jasa berukuran maksimal 9×9 cm dan minimal 2×2 cm
  • Pemohon harus menyiapkan daftar barang atau jasa yang akan dipatenkan mereknya
  • Surat pernyataan kepemilikan dari pemohon
  • Fotocopy NPWP bila paten merek diajukan oleh perusahaan

Semoga informasi tentang cara mendaftarkan merk ini bisa menjadi referensi Anda.

    Chat WA