Cara Patenkan Logo

Cara Patenkan Logo Adalah Salah Satu Hal Yang Harus Di Perhatikan Dalam Dunia Bisnis. Logo Merupakan Lambang Atau Simbol Sebagai Bukti Kepemilikan Dari Sebuah Barang dan jasa yang telah diproduksi oleh sebuah perusahaan. Biasanya logo ini sendiri berbentuk gambar, pola dengan desain tertentu. Terkadang perusahaan akan mengambil inspirasi dari bentuk hewan, tumbuhan, atau benda lain yang dianggap relevan dan mampu menunjukkan identitas dari perusahaan dan produk dagang.

Cara Patenkan Logo

Hampir semua perusahaan yang ada di dunia, bergerak di bidang produk ataupun jasa mempunyai logo brand nya masing-masing. Alasannya, hal tersebut memang sangat penting dan sensitive karena menyangkut hak milik. Tak hanya itu saja, membuat dan menggunakan logo brand juga harus berhati-hati. Hal tersebut dikarenakan logo merupakan hak cipta dari sebuah perusahaan, jika ada orang lain berusaha mengambil atau meniru maka resikonya sangat fatal.

Inilah mengapa dalam penggunaannya diatur dalam sebuah Undang-Undang tertentu di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Tak heran apabila kebanyakan logo produk di negara ini terdaftar dan dilingungi oleh hak cipta. Meskipun begitu ternyata dalam penggunaannya juga diawasi oleh pihak terkait. Ada beberapa hal yang wajib diperhatikan bagi para pengusaha jika ingin mendaftarkan logonya. Misalnya memperhatikan bentuk dan desain, seperti ukuran, jenis pola atau gambar, warna, tulisan dan sebagainya.

Selain itu pihak Dirjen HAKI juga mengawasi penggunaannya dengan ketat. Hal tersebut menghindari penyalahgunaan logo yang sudah mendapatkan perlindungan hukum untuk berbagai hal negatif, misalnya keperluan melecehkan orang lain, menghasut, dll.

Nah, sebelum Anda buru-buru mengajukan pendaftaran sebaiknya ketahui terlebih dahulu mengenai cara patenkan logo merek dari produk tersebut.

Cara Patenkan Logo produk

Sebagian besar masyarakat, khususnya pengusaha merasa ragu untuk mendaftarkan logo brand karena belum mengerti betul bagaimana cara patenkan logo. Selain karena syarat dan ketentuan rumit, biaya yang dikeluarkan cukup besar. Terlebih lagi jika Anda mengalami beberapa kali penolakan karena ada beberapa kesamaan antara logo Anda dengan milik orang lain yang sudah terdaftar duluan. Otomatis pengajuan ditolak dan terpaksa harus mengganti logo sebelumnya dengan yang baru.Tentu saja hal ini tidak mudah karena Anda pun harus mengeluarkan modal lagi.

Modal tersebut misalnya saja untuk menyewa jasa designer logo, jasa percetakan digital, dan lain sebagainya. Belum lagi harus datang ke Dirjen HAKI untuk melakukan permohonan hak cipta. Masalah tersebut menjadi salah satu penyebab mengapa tidak banyak orang yang mengajukan hak paten logo brand mereka.

Sebenarnya hal tersebut sangat penting sekali bagi para pembisnis agar perusahaan bisa berjalan lancar dan terus berkembang. Ditambah lagi suatu produk dagang dengan logo resmi dan telah diakui akan membuat mutunya semakin naik. Coba Anda posisikan diri sebagai konsumen yang dihadapkan dengan dua pilihan produk sama. Produk pertama mempunyai logo merek yang telah terdaftar di Dirjen HAKI atau Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Akan tetapi yang satunya tidak, dimana masih berupa logo sebagai formalitas saja.

Cara Patenkan Logo perusahaan

Tentu Anda lebih memilih produk yang sudah mempunyai izin dan diakui secara hukum bukan? Bukan hanya masalah merek terkenal tetapi juga kualitas dari produk itu sendiri, misalnya mengenai bahan baku, kuantitas, keamanan, efek bagi kesehatan dan sebagainya. Itulah sebabnya, Anda juga harus mengetahui bagaimana cara mematenkan logo untuk hasil produksi perusahaan.

Kemudian, logo sendiri biasanya Cara petenkan logo itu yang pertama adalah dengan mengunjungi langsung kantor Dirjen HAKI, kementrian Hukum dan HAM RI. Di sana Anda dapat menanyakan pada petugas mengenai persayaratan administrasi untuk melakukan pendaftaran serta pengajuan hak paten dari logo produk. Terdapat banyak sekali dokumen dan berkas yang nantinya Anda butuhkan, seperti surat kuasa, foto kopi KTP, akta pendirian perusahaan, surat pernyataan, formulir, dan sebagainya.

Setelah mengetahui apa saja syarat yang diperlukan, barulah Anda mengajukan permohonan pada Dirjen HAKI secara tertulis, diketik, dan dalam Bahasa Indonesia. Disertai pula dengan lampiran sesuai prosedur yang telah ditetapkan oleh pihak HAKI. Apabila telah selesai maka Anda harus menunggu kurang lebih selama 18 bulan untuk penerbitan hak paten. Ada beberapa keuntungan jika memperoleh hak paten tersebut yaitu logo brand akan mendapatkan perlindungan hukum. Jadi jika ada perusahaan atau orang lain berusaha meniru atau menyalahgunakan produk Anda maka bisa dituntut secara hukum dan dikenai denda.

Cara Patenkan Logo merek

Tak hanya itu saja karena Anda mendapatkan hak eksklusif lain yaitu logo bisa berlaku selama 20 tahun lamanya. Memang agak sulit cara patenkan logo di Dirjen HAKI, terlebih ada banyak dokumen sebagai syarat. Kemudian juga waktu penerbitan yang terlalu lama. Meskipun begitu Anda juga mendapatkan keuntungan lebih yang mampu mempengaruhi jalannya bisnis. Produk yang telah mendapatkan izin resmi dari pemerintah akan menaikkan kualitas serta nilai jualnya sendiri. Dengan kata lain Anda mendapatkan kepercayaan dari konsumen.

Itulah cara patenkan logo dari brand produk dagang yang harus Anda ketahui. Bagi pengusaha yang telah mempunyai desain logo, sebaiknya segera daftarkan ke pihak HAKI. Hal tersebut bertujuan agar logo tersebut mendapatkan hak paten. Selain semakin berkembang, bisnis Anda juga terhindar dari tindakan merugikan seperti penipuan, plagiarisme, peniruan, dll.

    Chat WA