Cara Patenkan Produk

Cara Patenkan Produk Produk Merupakan Salah Satu Hal Yang Begitu Penting Untuk Memberikan Perlindungan Bagi Produk Ataupun Karya Seseorang. Tentulah bagi Anda yang saat ini telah mempunyai produk ataupun karya sendiri, maka Anda bisa untuk mendaftarkan hak paten ke HKI (Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual). Namun, bagi Anda yang masih tidak mengerti mengenai apa sebenarnya arti dari hak paten ini sendiri, maka ada baiknya Anda mempelajarinya terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan, cara patenkan merek produk mungkin terlihat begitu rumit. Akan tetapi bagi sebagian orang yang sudah mengerti mengenai hak paten beserta bagaimana alur dalam mendaftarkannya, maka akan terlihat normal begitu saja.

Nah, setelah mengetahuinya dan mau mendaftarkan hak paten tersebut, maka dengan begitu Anda akan sangat diuntungkan setelah mendapatkan hak paten bagi produk Anda sendiri tentunya. Diantara keuntungannya yaitu Anda akan terhindar dari pemalsuan ataupun kerugian, produk akan terjaga keasliannya dan lebih dipercaya oleh konsumen. Mungkin bagi sebagian orang telah mengenal apa itu hak paten, tapi sebagian belum. Sehingga tak jarang apabila ada orang yang salah mengartikan dan mendefinisikannya. Perlu diketahui bahwa hak paten adalah salah satu perlindungan yang bisa Anda dapatkan dari HaKI. Hak paten sendiri merupakan sebuah perlindungan HaKI untuk produk dan karya intelektual seseorang yang bersifat teknologi. Sehingga paten ini masih melekat dengan industri kreatif yang menggunakan teknologi.

Cara Patenkan Produk

Cara patenkan produk juga berbeda arti dengan merek. Merek sendiri mempunyai lingkup yang lebih luas lagi apabila dibandingkan paten yang tidak hanya berhubungan dengan teknologi, namun berbagai produk atau jasa yang lebih menekankan pada sifat simbolisnya. Dengan begitu apabila seseorang telah mendaftarkan hak mereknya kepada dirjen HKI, maka ia otomatis akan diberikan hak khusus beserta royalti dari negara. Sehingga apabila ada orang lain yang mempergunakan merek tersebut akan dikenai sanksi dan denda. Kemudian apa bedanya dengan hak cipta? Jelas beda, dikarenakan hak cipta tidak hanya berhubungan dengan teknologi saja tetapi juga sastra dan seni. Dengan begitu hak cipta tidak hanya mencantumkan label dari produk saja tetapi juga beserta barangnya atas imajinasi, pemikiran dan keterampilan seseorang. Lantas, mengenai hak paten sendiri apa saja yang bisa dipatenkan? Produk yang baru, temuan yang tidak terduga serta dapat diterapkan dalam industri adalah yang bisa dipatenkan.

Kemudian ternyata tidak semua orang bisa mendatarkan hak paten. Hal ini dikarenakan cara patenkan brand sendiri hanya diberlakukan bagi orang ataupun sekelompok orang yang telah mempunyai invensi atau penemuan, sehingga berhak untuk mendaftarkannya ke dirjen HKI. Biasanya pemilik hak paten ini mampu memegang hak paten tersebut selama 20 tahun. Baru kemudian setelah 20 tahun hak paten kembali menjadi milik umum sehingga bisa digunakan oleh siapapun tanpa izin. Untuk waktu pendaftaran pun tidak boleh sembarangan. Maka ada baiknya jika sebelum produk di publish Anda segera dan secepatnya mendaftarkan hak paten dari produk Anda tersebut. Biasanya untuk satu permohonan hak paten itu sendiri mampu memakan waktu 3 hingga 6 tahun lamanya.

 

Untuk cara patenkan produk sendiri Anda bisa langsung menuju ke HKI (Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual) untuk mendaftarkan produk atau inovasi yang telah Anda hasilkan sebelumnya.

Biasanya Anda bisa mengajukan deskripsi mengenai produk yang telah dihasilkan yaitu tentang latar belakang produk beserta fotonya. Nah, sedangkan cara patenkan produknya adalah sebagai berikut. Langkah yang pertama pengajuan hak paten yaitu dengan mengisi formulir yang telah disediakan dalam Bahasa Indonesia diketik rangkap empat. Selanjutnya pemohon diwajibkan untuk melampirkan beberapa berkas berikut diantaranya, fotokopi akta pendirian, fotokopi KTP yang dilegalisir, fotocopy peraturan kepemilikan bersama apabila berbadan hukum, surat pernyataan yang menyatakan bahwa logo tersebut benar milik Anda dan lainnya.

Cara Patenkan Produk Merek

Kemudian segera isi formulir yang telah diberikan secara lengkap sesuai dengan data ataupun berkas yang Anda miliki. Perhatikan saat pengisian harus dilakukan dengan teliti dan benar karena mulai dari sinilah pengajuan hak paten Anda akan diproses. Maka dari itu, pastikan bahwa pengisian data tidak ada yang salah. Setelah selesai melakukan pengisian formulir kemudian serahkan kepada petugas ataupun staff HKI dengan selanjutnya membayarkan biaya pengajuan hak merek. Setelah sampai dilangkah tersebut sudah selesai, Anda hanya perlu menunggu hak paten diterima yang berlaku selama 20 tahun. Sedangkan untuk tahun selanjutnya setelah 20 tahun tersebut, maka tidak berlaku lagi sehingga orang lain pun bisa memanfaatkannya tanpa perlu izin Anda sekalipun. Berbeda halnya jika hak paten masih berlaku dan ditemukan seseorang yang tanpa izin menggunakan hak paten Anda, maka orang tersebut wajib dikenai denda dan sanksi sebagai gantinya.

Sedangkan untuk permohonan pengajuannya sendiri Anda bisa melaluinya dengan 3 pilihan tempat berikut yang pertama yaitu dengan langsung menuju ke HKI (Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual), yang kedua menuju ke Kuasa Hukum Konsultan HKI yang terdaftar, dan yang terakhir yaitu menuju ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Asasi Manusia RI seluruh Indonesia. Sehingga Anda bisa memilih satu diantara tiga tempat tersebut. Jika Anda tidak mau direpotkan dalam mengurus hak paten ini, maka da baiknya apabila Anda mengajukannya langsung ke Kuasa Hukum Konsultan HKI yang terdaftar. Namun sesuai dengan pengajuannya yang tidak terlalu rumit, maka Anda harus lebih dalam membayarnya. Akan tetapi Anda tidak perlu susah payah sehingga akan menghemat waktu untuk mengurusnya.

    Chat WA