Cara Pendaftaran HAKI

Cara Pendaftaran HAKI Merupakan Informasi Penting Bagi Seorang Pemilik Kekayaan Intelektual Yang Ingin Melindungi Kekayaannya Dan Memperoleh Hak Secara Legal. Negara Indonesia telah memiliki produk hukum yang berfungsi untuk melindungi kekayaan intelektual warga negaranya dalam bentuk undang – undang. Salah satu produk hukum terkait dengan hak atas kekayaan intelektual adalah UU Merek Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek dan Undang Undang Merek Nomor 28 Tahun 2014 yang mengatur tentang Hak Cipta. Seorang penemu, pemilik merek dagang ataupun seorang pencipta dapat memanfaatkan undang – undang yang mengatur hak atas kekayaan intelektual untuk mendapatkan perlindungan hukum dari segala tindakan yang melanggar hak tersebut. Tindak pemalsuan merek dagang atau penggunaan kekayaan intelektual tanpa seijin pemilik hak merupakan beberapa tindakan melanggar hukum yang dapat merugikan pemilik hak intelektual. Negara dapat memberi perlindungan dari tindak pelanggaran hukum tersebut setelah seseorang mendaftarkan temuan, karya ataupun merek yang dimiliki sebagai hak atas kekayaan intelektual yang ia miliki. Mengetahui cara pendaftaran HAKI bisa menjadi informasi penting dan utama sebagai awal proses memperoleh perlindungan hukum atas HAKI seseorang. Berikut ini beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mendaftarkan HAKI dan mendapat perlindungan hukum atas hak tersebut dari negara.

Cara Pendaftaran HAKI murah

Cara pendaftaran HAKI milik seseorang berupa merek dagang harus dilakukan dengan melakukan langkah penelusuran merek terlebih dahulu.

Pihak yang akan mengajukan pendaftaran kepemilikan hak atas merek tertentu sebaiknya melakukan penelurusan mengenai nama merek yang akan didaftarkan. Penolakan pendaftaran atas sebuah nama merek bisa dilakukan jika ternyata nama merek tersebut telah digunakan oleh pihak lain dan telah lebih dahulu didaftarkan. Adapun beberapa syarat yang dibutuhkan untuk melakukan pendaftaran merek adalah:

         Mengisi biodata pemohon baik itu perorangan ataupun perusahaan dengan mencantumkan nama, alamat dan kewarganegaraan.

         Mempersiapkan sampel atau contoh dari merek sebanyak 30 buah dengan ukuran maksimal 9 cm X 9 cm dan minimal sebesar 2 cm X 2 cm.

         Melampirkan surat pernyataan kepemilikan oleh pihak pemohon

         Fotokopi KTP pemohon perorangan dan fotokopi NPWP pemohon perusahaan

Adapun lanjutan cara pendaftaran HAKI selanjutnya adalah mengisi formulir pendaftaran yang terbagi dalam dua bagian. Bagian pertama berupa pengajuan hak atas merek oleh pemohon langsung dengan melalui proses verifikasi dari Direktorat Jenderal HKI. Sedangkan bagian kedua adalah menyertakan etiket merek, bukti pembayaran pendaftaran dan bukti penerimaan permintaan pendaftaran. Proses ini kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan atau verifikasi formalitas dan substansi. Pemeriksaan formalitas meliputi syarat – syarat registrasi yang dibutuhkan. Syarat yang belum lengkap wajib dilengkapi selambat – lambatnya 2 bulan setelah pengajuan surat pendaftaran. Sedangkan syarat substantif selambat  lambatnya diserahkan 1 bulan setelah tanggal registrasi permohonan pada Ditjen HKI. Proses pemeriksaan substantif dapat memakan waktu selama 9 bulan (maksimal).

Cara Pendaftaran HAKI

Proses selanjutnya dari cara pendaftaran HAKI adalah menanti berita resmi yang dikeluarkan oleh Ditjen HKI. Setelah dilakukan proses pemeriksaan dan verifikasi; pihak Ditjen HKI mengeluarkan berita resmi berupa pengumuman yang memuat permohonan atas hak kekayaan intelektual yang bersangkutan. Pemohon bisa mengajukan keberatan melalui surat resmi kepada Ditjen HKI jika ada kesalahan terkait permohonan yang diumumkan melalui berita resmi tersebut. Jika terjadi pengajuan surat keberatan; maka Ditjen HKI akan mengulang pemeriksaan dan verifikasi. Jika tidak ada masalah dan pemohon tidak mengajukan surat keberatan; maka sertifikat kepemilikan hak atas kekayaan intelektual akan diserahkan kepada pemohon selambat – lambatnya 3 bulan setelah pemohon memberi persetujuan atas berita resmi permohonan hak yang dikeluarkan Ditjen HKI. Cara pendaftaran HAKI tersebut dapat dijadikan acuan untuk memperoleh hak atas kekayaan intelektual berupa penemuan, karya tertentu ataupun merek dagang. Mendaftarkan kepemilikan kekayaan intelektual ke Ditjen HKI merupakan hak yang dapat dimanfaatkan oleh siapapun. Kepemilikan atas hak kekayaan intelektual dapat menjadi bagian penting dari sebuah kegiatan bisnis ataupun usaha. Kelangsungan bisnis atau usaha dan peluang memperoleh keuntungan dari penemuan, karya dan merek dapat dipastikan dengan memiliki hak kekayaan intelektual atas penemuan, karya dan juga merek dagang tersebut. Pemilik hak dapat menuntut pihak lain secara hukum jika menemukan indikasi pelanggaran atas hak kekayaan intelektual yang telah terdaftar di Ditjen HKI.

    Chat WA