Etiket Merek Dagang

Etiket Merek Dagang Termasuk Dalam Hal Penting Yang Wajib Untuk Anda Perhatikan Dalam Melakukan Proses Pendaftaran Dari Merek Dagang Itu Sendiri. Namun apakah anda tahu apa yang dimaksud dengan etiket itu sendiri? Kemudian pasal apa saja yang digunakan untuk mengatur etiket merek tersebut? Untuk mengetahuinya, simaklah penjelasan berikut ini : istilah etiket dari merek dagang dikenal pula dengan sebutan trademark etiquette yang juga dapat diartikan sebagai tag atau pun label. Dengan kata lain etiket merek ini merupakan bentuk contoh dari merek yang digunakan dalam melakukan permohonan dari proses pendaftaran merek. Hal ini umumnya digunakan untuk mengajukan proses pendaftaran yang dilakukan pada Ditjen HKI atau Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Untuk  permohonan pendaftaran dari merek yang ada di luar neger itu sendiri etiket merek tersebut umumnya lebih dikenal dengan sebutan drawing. Bagi anda yang ingin mengajukan permohonan untuk pendaftaran merek, maka anda pun akan diwajibkan untuk memenuhi beberapa persyaratan termasuk etiket merek. Bagian yang satu ini umumnya akan diminta dalam bentuk cetak atas kertas. Meskipun banyak diantaranya orang atau pun para pemohon yang menggunakan etiket merek dengan bentuk huruf standar menggunakan warna hitam atau pun putih saja. Namun untuk hasil terbaik maka tidak ada salahnya untuk mengajukan permohonan pendaftaran dengan mencantumkan seluruh jenis warna serta elemen pada merek yang hendak digunakan. Pengaturan dari etiket merek yang satu ini juga sesuai dengan aturan undang-undang, khususnya pasal 7 pada bagian ayat 1 dari huruf d serta pasar 61 untuk ayat nomor 2 bagian huruf b berdasarkan undang-undang nomor 15 yang dikeluarkan pada tahun 2001 lalu mengenai kehadiran merek.

Etiket Merek Dagang

Etiket merek dagang itu sendiri akan lebih baik apabila ia dibuat dengan benar dan sesuai dengan undang-undang merek,

karena dengan mengikuti aturan tersebut, maka merek yang hendak anda daftarkan itu tadi pun dapat merepresentasikan atau bahkan mewakili bagaimana kesan yang ingin ditampilkan oleh merek tersebut, sehingga ia dapat sesuai dengan produk barang atau pun jasa yang diproduksi serta diperjual belikannya. Hal ini juga wajib serupa atau sesuai dengan perdagangan jasa serta produk barang yang dijumpai oleh masyarakat pada umumnya. Setelah itu jika permohonan untuk melakukan pendaftaran dengan menggunakan etiket merek itu sendiri telah dikabulkan oleh pihak HKI, maka ia pun berhak untuk mendapatkan perlindungan hukum. Hal ini berkaitan dengan aturan dari perlindungan hukum yang diberikan pada merek terdaftar sebagaimana telah ditampilkan dalam permohonan yang telah dilakukannya. Sementara itu, untuk proses penghapusan dari tahap pendaftaran merek atau bahkan daftar umum merek, biasanya dapat anda lakukan berdasarkan pada prakarsa pihak Ditjen HKI atau pun pihak ketiga yang diajukan melalui gugatan di pihak Pengadilan Niaga. Hal ini juga dilakukan berdasarkan pada kondisi non-use, karena umumnya untuk pemakaian merek pada aktivitas komersial itu sendiri tidaklah sesuai dengan merek yang telah didaftarkan. Hal yang berkaitan dengan proses pendaftaran untuk etiket merek brand tersebut umumnya diatur pada pasal 6 di bagian ayat 2 lebih tepatnya huruf b serta pasal 63 yang mana membahas mengenai merek.

Etiket Merek

Dari penjelasan di bagian atas tadi mengenai etiket merek dagang tentunya anda pun dapat mengetahui bahwa untuk melakukan proses pendaftaran merek itu sendiri dibutuhkan beberapa hal atau bentuk persyaratan khusus, seperti halnya pada bagian etiket merek yang tentunya wajib untuk dibuat sesuai dengan aturan perundang-undangan yang dimilikinya. Mengapa demikian? Karena dengan mengikuti aturan tersebut maka kemungkinan besar untuk permohonan pendaftaran itu pun dapat disetujui dengan lebih mudah, berbeda halnya dengan proses pendaftaran dengan menggunakan etiket yang tidak sesuai, maka tidak jarang permohonan tersebut justru mengalami penolakan, apalagi jika etiket merek yang anda ajukan itu memiliki beragam bentuk persamaan dengan merek dagang yang telah ada sebelumnya. Lebih dari itu dengan mengajukan permohonan pendaftaran dari merek dagang pada pihak Ditjen HKI juga dapat membantu anda untuk menghindari adanya masalah di masa yang akan datang. Pasalnya banyak sekali diantaranya pihak-pihak yang berseteru karena kepemilikan merek yang sama, sedangkan anda yang belum mendaftarkannya tentu saja dapat dilaporkan dan jatuhi hukuman pidana atau bahkan perdata. Itulah mengapa proses pendaftaran ini dikenal sebagai hal penting.

    Chat WA