Hukum Kekayaan Intelektual

Hukum Kekayaan Intelektual Atau Yang Juga Disebut Dengan Intelectual Property Rights Merupakan Hak Yang Sifatnya Imaterial. Inilah Pentingnya Hukum Kekayaan Intelektual yang Wajib Anda Tau!
Hal tersebut terkandung di dalam suatu objek atau benda yang telah diciptakan atau ditemukan oleh seseorang dari hasil kemampuan berpikirnya sendiri. Hukum ini sendiri melindungi kekayaan intelektual yaitu merupakan karya cipta manusia dalam berbagai macam bidang. Contohnya saja karya atau penemuan di bidang kebudayaan, sastra, seni, pengetahuan, teknologi, desain, dan bahkan tulisan sekalipun. Penting sekali untuk memperhatikan hukum kekayaan intelektual bagi masyarakat yang telah menciptakan ataupun menemukan sesuatu yang bermanfaat serta bernilai ekonomis tinggi. Tujuannya tentu saja untuk melindungi karya tersebut dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Seperti orang yang ingin mengatas namakan karya tersebut, memperbanyak, meniru, membajak, dan memperjual belikan untuk mendapatkan keuntungan. Di Indonesia sendiri, kasus seperti ini telah banyak terjadi. Itulah sebabnya pemerintah menerapkan dan mengembangkan adanya hukum mengenai kekayaan intelektual. Hukum ini sendiri mencakup tentang HKI atau Hak Kekayaan Intelektual yang sebenarnya telah diberlakukan sekitar tahun 1840.

Di dalam hukum kekayaan intelektual dibagi menjadi dua

Bagian penting tersebut yaitu berupa Hak Cipta atau Copyrights dan Hak Kekayaan Industri atau Industrial Property Rights. Tentang Hak Cipta sendiri adalah suatu hak untuk para pencipta karya seni dan literatur. Contoh dari karya yang bisa mendapatkan Hak Cipta antara lain puisi, novel, film, lagu, musik, lirik lagu, gambar, poster, lukisan, koreografi, gerakan tari, iklan, dan bahkan program komputer. Kemudian untuk Hak Kekayaan Industri meliputi banyak hal yaitu hak paten, desain industri, hak merk, rahasia dagang, perlindungan varietas tanaman, dan lain sebagainya. Meskipun mampu melindungi karya seseorang dari tindakan penipuan dan penyalahgunaan fungsi, hukum kekayaan intelektual ternyata tidak dapat bertahan selamanya. Jenis hukum yang satu ini memiliki jangka waktu tertentu. Jika masa perlindungan hasil ciptaan telah habis maka dapat menjadi milik umum. Artinya si pencipta tidak dapat lagi mengakuinya sebagai hasil penemuan pribadi yang mengatasnamakan namanya. Meskipun begitu, ternyata Hak Kekayaan Intelektual mempunyai sifat mutlak dan eksklusif. Artinya, si pemilik atau pencipta mempunyai hak sepenuhnya atas karya ciptanya sendiri. Mereka dapat menuntut siapa saja yang dianggap melanggar dan menggunakan karya tersebut tanpa izin, misalnya meniru, mengopy, dan memperjual belikan. Tentang hukum yang mengatur kekayaan intelektual sendiri sangat kuat karena tertuang di dalam undang-undang. Ada beberapa UU yang mengatur mengenai hal tersebut, antara lain UU Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta, UU Nomer 14 Tahun 2001 tentang Hak Paten, UU Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merk, dan sebagainya.

Berdasarkan hukum kekayaan intelektual, objek hasil intelektual manusia tidak hanya melahirkan karya atau benda bersifat materiil saja, melainkan juga non materiil. Karya cipta yang tergolong materiil atau berwujud contohnya seperti lirik lagu, seni lukisan, patung, pahatan, telepon, gadget, robot, dan lain sebagainya. Namun, untuk yang sifatnya non materiil atau tidak berwujud adalah seperti brand merk sepatu, pakaian mahal, tas, atau mobil. Bisa juga dalam bentuk hak desain industri, nama dagang, rahasia dagang, merk jasa, dan semacamnya. Bahkan ada pula hukum kekayaan intelektual yang sangat unik dimana berbentuk perlindungan varietas tanaman baru dan perlindungan terhadap persaingan yang tidak jujur. Bagi para pencipta, tentunya sangat penting sekali mempunyai Hak Kekayaan Intelektual atau HKI. Tujuannya sudah jelas yaitu agar hasil karya dan temuan mereka terlindungi dan mendapatkan apresiasi dari masyarakat. Apresiasi tidak hanya dalam bentuk pujian semata karena telah berhasil menemukan dan menciptakan suatu barang ataupun jasa. Tetapi juga mendapatkan sebuah pengakuan yaitu mengetahui kalau karya tersebut hanya dimiliki oleh orang tersebut atau yang bersangkutan saja. Selain untuk menjaga, melindungi, dan mengapresiasi suatu karya, adanya penerapan hukum tentang kekayaan intelektual juga mempunyai fungsi serta tujuan lain. Salah satunya untuk menjaga reputasi moral dari si pencipta karena hasil karyanya telah diakui oleh masyarakat luas. Kemudian untuk mendorong kreativitas dan bakat dari masyarakat agar menciptakan suatu hal yang berguna serta bernilai ekonomis.

Hukum kekayaan intelektual memang tetap harus ditegakkan untuk melindungi karya cipta anak-anak bangsa. Pentingnya suatu objek intelektual dilindungi oleh hukum adalah agar tidak ada orang lain yang melakukan tindakan merugikan. Terlebih lagi kita tau sendiri kalau di Indonesia marak sekali kasus plagiat, meniru atau mengambil karya orang lain untuk mendapatkan keuntungan sendiri.

    Chat WA