Logo Termasuk Hak Merek

Logo Termasuk Hak Merek Dan Ini Tidak Banyak Di Ketahui Orang. Padahal, Jika Melihat Pengertian Merek Sendiri, Logo Sudah Otomatis Termasuk Ke Dalam Hak Merek. Merunut ada pengertian hak merek dari HKI, merek adalah suatu penanda identitas dari suatu produk barang atau jasa. Merek sendiri tidak hanya berengaruh pada produk barang atau jasa yang diberi nama, tetapi juga berpengaruh pada reputasi dari perusahaan yang membawahi produk barang atau jasa tersebut. Maka tidak heran jika pendaftaran merek sendiri tidak hanya bisa menjadi strategi branding untuk produk yang ada, tetapi juga bisa menjadi alat untuk mengundang investor menanam modal.

logo termasuk hak merek

Dari pendaftaran merek, pendaftar tidak hanya memperoleh perlindungan terhada nama mereknya. Tetapi juga termasuk gambar atau logo, kata, huruf, angka, frasa, kalimat, hingga kombinasi antar seluruhnya. Maka dari itu, dalam pendaftaran merek, diperlukan identifikasi merek, simbil, logo, hingga tagline secara lengkap dan jelas. Berbeda dengan hak paten, meskipun termasuk ke dalam hak kekayaan intelektual namun ruang lingku antara paten dan merek berbeda.

Paten Indonesia lebih kepada temuan teknologi yang menjadi solusi dari perkembangan teknologi sebelumnya. Sedangkan merek, cakupannya lebih luas dibanding paten. Karena merek mencakup produk usaha, baik itu dagang atau jasa. Namun, keduanya sama-sama memiliki kedudukan hak yang sama di HKI dan juga masih dalam industri kreatif. Tidak heran jika hak paten dan merek ini banyak diramaikan oleh pegiat industri kreatif di tanah air.

Penjelasan mengenai logo termasuk hak merek juga diterangkan dalam Undang-undang

No. 15 Tahun 2001, pasal 1 (a) dan (b). Di undang-undang tersebut dijelaskan bahwa dalam merek, tidak hanya memuat nama produk. Ada beberapa unsur yang terkait dalam sebuah nama merek, di antaranya adalah simbol atau logo, susunan huruf, angka, gambar, atau kombinasi antar semuanya. Hal-hal tersebut termasuk ke dalam hak merek yang dinaungi oleh HKI.

Paten Indonesia

Dalam tatacara pendaftaran, baik itu hak merek, hak paten, atau hak cipta memiliki prosedur yang hampir sama. Namun, ada yang berbeda di antara ketiganya dalam hal waktu pendaftaran. Berbeda dengan paten, hak merek bisa didaftarkan oleh siapa saja dan kapan saja. Artinya, khusus untuk pendaftaran hak paten, perlu adanya perhatian terhadap waktu ketika mendaftar. Seperti yang banyak dibahas dalam makalah hak paten, waktu pendaftaran untuk hak paten tidak bisa sebebas mendaftar hak merek.

Salah satu syarat diterimanya permohonan hak paten adalah perbaruan akan produk yang akan dihakpatenkan. Oleh karena itu, waktu pendaftaran hak paten sangatlah sensitif dibanding pendaftaran hak kekayaan intelektual lainnya. Banyak contoh kasus mengenai pendaftaran hak paten ditolak oleh Ditjen HKI dikarenakan waktu pendaftarannya sudah habis. Bahkan, beberapa contoh kasus suatu produk paten terlebih dahulu diublish disuatu media, sehingga permohonan hak paten ditolak.

Setelah mengenai logo termasuk hak merek dan informasi mengenai hak paten. Tentu, penjelasan mengenai hak paten ini cukup menarik untuk diketahui. Mengingat, hak paten ini berhubungan dengan industri kreatif yang kini tengah berkembang di Indonesia. Dalam perkembangannya, hak paten di Indonesia hingga saat ini terus mengalami perubahan. Terlebih lagi, peraturan perundangan mengenai hak kekayaan intelektual juga diubah menjadi UU Merek dan Indikasi Geografis. Artinya, peraturan mengenai hak-hak atas kekayaan intelektual ikut berubah. Sebelum mengetahui lebih jelas mengenai peraturan hak paten, ada baiknya jika kita mengetahui tata cara daftar hak paten merek HKI.

makalah hak paten

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, cara pendaftaran atas hak kekayaan intelektual pada dasarnya sama. Pendaftaran ini bisa dilakukan secara online maupun offline. Bahkan, saat ini sudah banyak jasa konsultan HKI yang memberikan layanan untuk dikuasakan mendaftarkan suatu hak, baik itu merek, paten, atau cipta. Untuk daftar hak merek paten, terdapat 2 prosedur yang harus dilalui. Yang pertama adalah pengajuan permohonan pendaftaran. Hal ini bisa dilakukan dengan melampirkan berkas-berkas persyaratan, dimulai dengan form pendaftaran, bukti-bukti pembayaran, materai, hingga surat-surat lainnya.

Kemudian, prosedur kedua adalah proses pemeriksaan yang menjadi wewenang pihak Ditjen HKI. Proses pemeriksaan ini terbagi ke dalam 2 tahapan, yaitu pemeriksaan formalitas dan pemeriksaan substantif. Setelah proses pemeriksaan, barulah sertifikasi paten merek akan terbit dan diberikan langsung ke pemohon atau pemilik merek. Untuk informasi lebih jelasnya, Anda bisa mengunjungi portal resmi Ditjen HKI di dgi.go.id.

    Chat WA