Mematenkan Merek Dagang

Mematenkan Merek Dagang Menjadi Salah Satu Bagian Penting Yang Wajib Untuk Anda Lakukan. Seperti Yang Anda Ketahui Indonesia Dikenal Sebagai Negara yang kompleks, pasalnya banyak sekali permasalahan yang ada di negara kita tercinta ini, khususnya untuk permasalahan internal yang masih tidak terpecahkan hingga saat ini. Salah satu kasus yang cukup banyak dan bahkan meramaikan negara Indonesia adalah kasus pembajakan hasil karya milik seseorang. Bahkan pembajakan tersebut pun tidak hanya dilakukan oleh masyarakat dari bangsa Indonesia itu sendiri saja, melainkan dilakukan pula oleh bangsa lainnya yang turut mengakui hasil karya atau pun budaya asli yang dimiliki Indonesia, khususnya pada bidang seni serta kebudayaan, seperti halnya batik, tempe, tari-tarian atau bahkan beragam lagu daerah lainnya. Jika hal yang satu ini dibiarkan secara terus menerus tentunya hal ini pun akan merugikan bangsa kita sendiri, karena kemungkinan besar di saat masyarakat Indonesia ingin memproduksi beragam macam hal serta barang-barang tersebut justru harus membayar royalti pada pihak yang telah melakukan pendaftaran sebagai merek yang dimilikinya. Padahal produk tersebut merupakan produk asli hasil karya masyarakat Indonesia. Itulah mengapa mematenkan merek menjadi bagian penting yang wajib untuk anda lakukan di mulai dari saat ini.

Mematenkan Merek Dagang

Mematenkan merek dagang memang bukan hal mudah, namun untuk hasil yang dimilikinya kemudian hari pun tentu akan sangat memuaskan.

Itulah sebabnya sangat baik bagi anda untuk segera melakukan pendaftaran dari merek dagang tersebut. Namun bagaimana cara untuk mendaftarkannya? Pada dasarnya perlindungan untuk merek itu sendiri diatur oleh pihak HKI atau Direktorat Jenderal HKI, yaitu Departemen Hukum serta HAM Republik Indonesia yang lebih dikenal dengan sebutan Ditjen HKI. Dalam hal yang satu ini, badan ditjen tersebut akan menerima permohonan anda untuk melakukan proses pendaftaran merek, dan setelahnya ia pun akan melakukan penerimaan atau bahkan penolakan dengan berbagai macam bahan pertimbangan di dalamnya. Hal ini umumnya dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasalnya jika proses pendaftaran tidak dilakukan maka ketiadaan itu akan menyulitkan pihak pengguna HKI untuk mengklaim kepemilikan serta dalam melakukan penegakan atas hak yang dimilikinya, utamanya jika hal ini berkaitan dengan bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh pihak lain pada pihak pemilik merek. Lebih dari itu, HKI sendiri membagi proses mematenkan merek brand menjadi dua kelompok utama yang berbeda, dimulai dari kelompok untuk hak cipta dan beberapa hak terkait lainnya. sedangkan bagian kedua dikenal dengan sebutan hak kekayaan industri. Untuk mengetahui penjelasan lebih lanjut simaklah penjelasan di bagian bawah ini :

Untuk mematenkan merek dagang dari hak cipta serta hak-hak lainnya, akan lebih baik apabila anda mengetahui terlebih dahulu apa saja yang termasuk dalam hak cipta tersebut, beberapa hal serta produk yang termasuk dalam hak cipta diantaranya terdiri dari bidang karya sastra, ilmu pengetahuan, dimulai dari buku, kemudian hasil karya tulis, tafsir, terjemahan, kuliah, ceramah, pidato, novel, film, drama, lagu, syair, music, potret, logo, serta perangkat lunak komputer lainnya. Bahkan untuk beragam jenis seni rupa seperti halnya lukisan, gambar, dan beragam karya seni lainnya pun juga termasuk dalam daftar karya yang dimasukkan dalam hak cipta. Pada dasarnya hak cipta itu sendiri tidak hanya termasuk dalam berita-berita saja, karena fakta yang terkandung dalam sebuah artikel, kemudian ide, dan beragam hal lainnya pun dapat dimasukkan dalam bagian yang satu ini. Selain hak cipta, ada pula hak kekayaan industri yang umumnya meliputi bagian dari paten, merek, desain industri, indikasi geografis, kemudian rahasia dagang, serta desain dari tata letak  sirkuit dan beragam perlindungan untuk variasi terbaru tanaman. Selain dua kategori umum untuk mematenkan merek HKI tersebut, anda yang ingin melakukan pengalihan atas hak serta lisensi pun dapat melakukannya dengan beberapa cara berbeda, dimulai dari peralihan secara wasiat, hibah, pewarisan, kemudian perjanjian, hingga bentuk perjanjian tertulis dengan beragam sebab atau alasan lain yang telah dibenarkan oleh aturan perundang-undangan. Lebih dari itu, untuk pengalihan HKI itu sendiri tentunya harus anda sertai dengan beragam kelengkapan dokumen lainnya, seperti halnya dokumen atau pun akta yang berisi tentang pengalihan hak itu sendiri.

Mematenkan Merek

    Chat WA