Peraturan Penggunaan Logo Perusahaan

Peraturan Penggunaan Logo Perusahaan Yang Wajib Diketahui Dan Diperhatikan Secara Seksama. Hal Tersebut Sangatlah Penting karena menyangkut kepemilikan dari suatu instansi atau perusahaan tertentu. Sering sekali suatu logo dari suatu perusahaan dipakai untuk keperluan tertentu oleh instansi atau perorangan, misalnya pembuatan spanduk, pamflet, atau sebagainya. Biasanya gambar logo tersebut akan dicetak dan di tempatkan pada media cetak maupun online. Akan tetapi ternyata dalam penggunaannya tidak bisa sembarangan.

Peraturan Penggunaan Logo Perusahaan

Ada beberapa aturan yang harus dilakukan ketika ingin memakai logo dari suatu perusahaan. Misalnya saja Anda ingin menggunakan dan memajang logo brand lain untuk sarana promosi atau pemasaran produk sendiri. Biasanya hal tersebut bertujuan menunjukkan masyarakat jika perusahaan tersebut memberikan dukungan atau kontribusi pada pihak terkait. Nah, tujuan adanya peraturan penggunaan logo perusahaan itu sendiri tak lain adalah untuk mencegah tindakan pemalsuan, pencatutan nama merek, plagiarisme, dan penipuan. Namun juga ada maksud lain, antara lain agar mudah dibaca, dipahami dan dilihat oleh orang lain.

Biasanya pihak perusahaan akan mempunyai peraturan tersendiri mengenai penggunaan logo produk miliknya. Peraturan tersebut juga berlaku baik untuk pribadi maupun pihak perusahaan, instansi atau perorangan lain yang menggunakannya. Terutama bagi jenis perusahaan besar dan sudah terkenal harus sangat berhati-hati sekali dalam penggunaan logo tersebut.

Mengenai peraturan penerapan penggunaan logo perusahaan memang terbilang ketat karena menjadi identitas atau simbol dari sebuah brand tertentu. Apabila salah atau digunakan untuk berbagai hal negatif maka bisa menimbulkan resiko cukup besar. Mengingat kebanyakan perusahaan besar di Indonesia sudah mendaftarkan logo brandnya ke Dirjen HAKI.

Kemudian juga mendapatkan hak cipta, pengakuan resmi, serta perlindungan hukum yang kuat maka pihak terkait dapat menuntut adanya kesalahan tersebut. Terlebih jika sifatnya sangat fatal dan merugikan perusahaan yang logonya digunakan untuk suatu keperluan. Disamping itu ada penggunaan logo perusahaan yang membutuhkan izin resmi dan ada yang tidak. Untuk perusahaan bersifat umum dan bebas biasanya tidak memerlukan perizinan khusus dan sepengetahuan pihak terkait, contohnya saja Google.

Peraturan Penggunaan Logo

Anda dapat menggunakan logo serta nama merek pada berbagai macam hal seperti artikel, tulisan, berita, pengumuman, brosur, pamflet, baliho, dan sebagainya. Namun pihak Google sendiri juga telah memberikan peraturan penggunaan logo perusahaan yang wajib ditaati bagi seluruh masyarakat dunia, antara lain brand ditulis utuh, tidak dibuat-buat atau disamarkan. Kemudian juga tidak dimanfaatkan untuk hal-hal merugikan seperti menipu, memeras, menampilkan fitur ke situs porno, meniru logo, dipakai untuk tindak kriminal, dan masih banyak lagi.

Disamping itu, ada juga beberapa perusahaan yang tidak ingin logo atau namanya dipakai begitu saja secara bebas. Hal ini dikarenakan adanya instansi maupun perusahaan tetentu yang tunduk pada Undang-Undang Hak Cipta. Jika ingin mencantumkan atau menggunakan suatu logo maka Anda harus menghubungi pihak bersangkutan lebih dulu, bisa secara langsung, mengirim surat cetak ke website atau email. Setelah mendapatkan izin dengan beberapa syarat yang diajukan maka Anda baru bisa memakai logo tersebut, namun tetap selalu berada di bawah sepengetahuan perusahaan.

Peraturan penggunaan logo perusahaan yang satu dengan lainnya memang tidak sama dan berbeda-beda.

Hal tersebut berdasarkan pada keperluan dan tujuan penggunaan. Selain itu juga bergantung pada jenis perusahaan ataupun instansi, apakah menginginkan perizinan atau tidak. Pada umumnya ketentuan dan peraturan yang diminta selalu sama.

Penggunaan Logo Perusahaan

Yang paling utama adalah logo tersebut tidak dipakai untuk tindakan negatif serta merugikan perusahaan maupun orang lain. Mengingat sekarang ini ada banyak kasus mengenai pencemaran nama baik oleh orang yang mengatasnamakan perusahaan untuk perbuatan tidak baik. Contohnya saja melakukan penipuan agar mendapatkan keuntungan lebih, pemalsuan, atau hal melanggar hukum lainnya. Kemudian juga dilarang menggunakannya pada tindakan amoral seperti pelecehan seksual, pelecehan agama, dan semacamnya. Jika sampai dilanggar maka orang yang bersangkutan bisa saja dituntut secara hukum, ditambah lagi dimintai uang denda sesuai peraturan perundang-undangan hak cipta yang berlaku.

Untuk peraturan penggunaan logo perusahaan yang lain biasanya diminta secara langsung. Aturan tersebut antara lain seperti tidak boleh mengubah tatanan huruf, harus diawali dengan huruf kapital, tidak boleh mengubah warna ataupun desain logo brand. Tak hanya itu saja, perusahaan yang logonya dipakai juga mengajukan syarat lain lebih spesifik, seperti harus berlatar belakang putih, ukuran ditentukan, dilarang memasukkan dalam situs atau media tertentu, dan lain sebagainya. Sekiranya ada salah satu peraturan yang tidak dapat dipenuhi maka Anda bisa langsung konsultasi dan diskusi dengan perusahaan tersebut.

Peraturan Penggunaan Logo Perusahaan international

Logo memang berupa gambar yang tujuannya sebagai simbol mewakili brand produk atau perusahaan dan instansi tertentu. Namun kegunaannya tak hanya sebagai pajangan saja tetapi juga menjadi bukti kepemilikan dan keterkaitan perusahaan. Logo mewakili citra dari perusahaan sehingga harus betul-betul diperhatikan tata cara penggunaanya agar tidak merugikan pribadi dan orang lain. Oleh sebab itu bagi Anda yang berniat memasukkan atau menggunakan suatu logo, perhatikan dulu mengenai peraturan penggunaan logo.

    Chat WA