Perpanjangan Sertifikat Merek Online

Perpanjangan Sertifikat Merek Online Adalah Salah Satu Cara Untuk Mengurus Perpanjangan Merek. Sertifikat Merek Diberikan Kepada Seseorang Atau Suatu Institusi setelah mendaftarkan suatu merek. Merek adalah nama, simbol atau gambar yang dikaitkan dengan produk atau jasa yang dapat memberikan arti psikologis atau asosiasi. Terdapat tiga jenis merek, yaitu merek dagang, merek jasa dan merek kolektif. Merek dagang merupakan nama atau simbol yang digunakan seseorang, beberapa orang atau badan usaha pada barang atau produk yang diperjualbelikan atau diperdagangkan untuk memberikan perbedaan dengan barang atau produk yang memiliki jenis yang sama. Merek jasa merupakan pemberian nama, simbol atau gambar yang dihubungkan dengan suatu jasa yang dimiliki yang dapat diperjualbelikan oleh seseorang, beberapa orang atau badan usaha untuk memberi perbedaan dengan jasa-jasa lain yang memiliki kesamaan atau sejenis.

Perpanjangan sertifikat merek online

Merek kolektif merupakan nama atau simbol yang diberikan pada suatu produk dengan ciri yang sama yang diperjualbelikan oleh sekelompok orang atau badan usaha untuk memberi perbedaan dengan barang atau jasa yang mirip atau sejenis. Dengan merek suatu produk dapat menarik minat masyarakat untuk membeli produk tersebut. Merek juga bisa dikatakan sebagai tanda pembeda yang digunakan oleh seseorang atau badan usaha sebagai identitas dari produk atau jasa yang dibuat untuk membedakan dengan produk yang dimiliki orang lain atau badan usaha lain. Di Indonesia, hak merek dilindungi dengan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001. Masa berlaku hak paten atau hak merek adalah 10 tahun dan dapat diperpanjang kembali.

merek adalah

Merek masuk pada kekayaan industri yang disebut kekayaan intelektual. Kekayaan intelektual memiliki beberapa nama lain, yaitu Hak Kekayaan Intelektual atau HKI dan Hak Milik Intelektual. Kekayaan Intelektual merupakan kepemilikan atas segala hasil pemikiran atau produksi kecerdasan daya pikir, contohnya teknologi, pengetahuan, seni, sastra, gubahan lagu, karya tulis, karikatur, dan lain sebagainya yang dapat bermanfaat bagi manusia. HKI diatur dengan hukum yang bersifat teritorial. Artinya, pendaftaran dan penegakkan HKI dilakukan secara terpisah pada masing-masing yuridikasi yang bersangkutan. Di Indonesia, untuk mendapatkan perlindungan HKI, seseorang harus mendaftarkan produknya untuk mendapatkan sertifikat merek atau produknya harus terdaftar dalam database DJHKI.

Ada beberapa produk atau jasa yang bisa didaftarkan merek atau patennya yang kemudian dapat

melakukan perpanjangan sertifikat merek online,

yaitu gambar seperti lukisan atau logo, kata, nama, frase, kalimat atau slogan, huruf, singkatan, angka, kumpulan bilangan, kombinasi warna, dan kombinasi kata, angka, gambar dan lainnya. Akan tetapi, suatu merek juga bisa tidak terdaftar atau ditolok permohonan haknya bila pendaftaran dimaksud untuk niat buruk, misalnya ada suatu perusahaan yang sudah mendaftarkan merek produknya, kemudian orang lain ada yang mencoba mendaftarkan merek dengan produk yang sama untuk menghalangi usaha orang pertama yang sudah mendaftarkan mereknya.

Produk yang bertentangan dengan perundang-undangan, moralitas agama, kesusilaan atau ketertiban umum juga tidak bisa didaftarkan merek produk tersebut, contoh ada sebuah perusahaan yang mendaftarkan nama mereknya yang bertentangan dengan agama, maka nama tersebut akan ditolak. Terdapat kesamaan antara logo, nama, simbol bahkan produk satu dengan produk lainnya tanpa ada pembeda bisa menjadikan merek yang akan didaftarkan ditolak. Gambar atau logo yang digunakan suatu produk memiliki kesamaan dengan gambar atau lambang yang telah menjadi umum yang digunakan di masyarakat juga bisa menyebabkan merek tidak bisa didaftarkan. Menerangkan produk yang diproduksi juga bisa mejadi penyebab suatu merek ditolak. Penggunaan foto atau gambar tokoh atau orang terkenal, penggunaan gambar atau simbol yang menyerupai bendera, stempel, atau lambang suatu negara pada suatu produk atau jasa oleh perorangan atau suatu badan tanpa adanya persetujuan bisa mengakibatkan merek ditolak.

Kekayaan Intelektual

DJHKI berhak menolak merek yang mengandung kemiripan atau kesamaan dengan produk yang sudah terdaftar baik secara keseluruhan produk maupun bagian inti dari produk tersebut. Seseorang yang sudah mendaftarkan mereknya bisa disebut sebagai pemilik atau pemegang hak atas merek terdaftar. Suatu barang atau jasa bisa digunakan oleh siapa saja, tanpa dimiliki, sebelum seseorang mengklaim hak ekslusif atas barang atau jasa tersebut dengan cara mendaftarkannya ke konsultan hki terdaftar. Seseorang yang akan mendaftarkan mereknya harus menyertakan surat pertanyaan yang menyatakan bahwa orang tersebut memiliki merek tersebut. Dan setelah mendapatkan hak paten atau hak merek, seseorang bisa menuntut seseorang atas ganti rugi penggunaan barang atau jasa tanpa seijin pemilik barang atau jasa melalui pegadilan tinggi.

Seperti yang sudah dinyatakan diatas, suatu barang atau jasa bisa mendapat perlindungan dalam jangka waktu 10 tahun setelah merek tersbut terdaftar pada database DJHKI. Ketentuan menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 2015 memperbolehkan seseorang untuk melakukan perpanjangan sertifikat merek online dan offline. Jika tidak bisa memperpanjang hak merek sekurang-kurangnya 1 tahun sebelum masa berlaku hak merek habis, maka seseorang atau badan usaha tesebut diberikan waktu sampai 6 bulan setelah masa berlaku habis dengan disertai membayar denda sebesar biaya perpanjangan.

konsultan hki terdaftar

Semakin berkembangnya teknologi, memperpanjang sertifikat hak merek dapat dilakukan dengan cara online. Cara ini digunakan untuk membantu para pemegang hak paten terdaftar bisa memperpanjang hak mereknya dimana saja tanpa harus pergi ke DJHKI. Perpanjangan yang dilakukan secara online mudah dilakukan dan memiiliki biaya yang lebih murah. Sebelum memperpanjang merek produk secara online, seorang pemegang hak merek harus memiliki nama pengguna dan kata sandi halaman situs untuk melakukan perpanjangan online. Untuk memiliki nama pengguna dan kata sandi, seseorang harus mengajukan permohonan pendaftaran pada DJHKI dan Direktorat Teknologi Informasi terlebih dahulu. Setelah mendapat nama pengguna dan kata sandi, masuklah ke halaman situs perpanjangan merek dan mengisi permohonan perpanjangan merek. Pemegang merek akan mendapatkan kode pembayaran lewat aplikasi online dan dapat membayar biaya perpanjangan dengan cara transfer melalui ATM bank yang terintegrasi dengan Kementrian Keuangan.

    Chat WA