Syarat Hak Paten

Syarat Hak Paten Diperlukan Agar Inventor (Pemilik Gagasan Atau Produk), Yang Ingin Mematenkan Invensinya Untuk Melindungi Hal Tersebut Dari Klaim Yang Diajukan Orang Tidak Bertanggung Jawab Atas Produk Yang Dimiliki Inventor. Inventor yang mendaftarkan invensinya seperti penemuan gagasan atau suatu barang akan mendapatkan hak ekslusif penuh atas penemuannya tersebut maksimal dalam jangka waktu 20 tahun setelah penemuan tersebut dipatenkan. Namun, untuk mengajukan suatu gagasan atau barang ke dalam hak paten, tentunya memerlukan beberapa syarat yang perlu dipenuhi.

Syarat Hak Paten Merek

Berikut adalah syarat hak paten dapat diajukan dan temuan (invensi) apa saja yang tidak dapat dipatenkan.

Syarat Pengajuan Hak Paten
Untuk mematenkan suatu gagasan atau produk, ada baiknya inventor mengetahui bagaimana hak paten tersebut bisa di dapatkan. Secara umum syarat yang diajukan untuk penetapan hak paten pada inventor ada tiga, antara lain:
1. Penemuan barang atau gagasan yang didaftarkan adalah benar-benar baru.
2. Produk atau penemuan dibidang teknologi tersebut dapat di produksi dalam skala besar atau industrial. Jika penemuan tersebut tidak dapat diproduksi dengan skala besar karena harga bahan baku atau prosesnya yang sulit dan tidak ekonomis, maka produk tersebut tidak berhak atas hak paten.
3. Penemuan tersebut adalah penemuan tidak biasa dan tak terduga. Jadi untuk dapat mematenkan suatu gagasan atau produk, perlu menganalisis terlebih dahulu apakah penemuan tersebut benar-benar baru dan inovatif.
Syarat hak paten juga diatur melalui Undang-Undang No 14 Tahun 2001 secara lengkap. Beberapa peraturan yang dibuat adalah mengenai jangka waktu hak paten, hak dan kewajiban inventor yang mematenkan penemuan atau invensinya, syarat paten, cara permohonan pengajuan paten dan beberapa prosedur lainnya. Peraturan undang-undang ini ditulis jelas guna untuk melindungi hak kekayaan intelektual yang dimiliki putra dan putri Indonesia dalam kemajuan teknologi dan inovasi lainnya.
Invensi/Penemuan yang Tidak Dapat Dipatenkan

Syarat Hak Paten

Meski semua penemuan sepertinya perlu diberikan hak yang sama untuk dipatenkan, namun ternyata mengajukan hak paten pada suatu penemuan tidaklah sederhana. Anda beberapa kriteria yang menyebutkan bahwa sebuah invensi tidak dapat dipatenkan. Berikut beberapa invensi atau penemuan yang tidak dapat dipatenkan, antara lain:
1. Proses atau produk tersebut memiliki proses pelaksanaan, penggunaan dan penyampaian yang bertentangan dengan peraturan pemerintah pada Undang-Undang yang berlaku, dan mengganggu moralitas, ketertiban dan kesusilaan.
2. Invensi dalam bentuk metode yang digunakan untuk kepentingan bersama seperti perawatan, pemeriksaan, pengobatan atau pembedahan yang diterapkan kepada manusia atau hewan.
3. Penemuan berupa teori dan metode yang menyangkut pada ilmu pengetahuan terapan dan matematika.
4. Penemuan dari spesies mahluk hidup, terkecuali jasad renik. Selanjutnya proses biologis yang membentuk esensial guna memproduksi tanaman atau hewan, terkecuali proses buatan atau non biologis yang diciptakan sendiri.
Demikian beberapa syarat yang perlu diperhatikan inventor sebelum mengajukan hak paten atas invensi gagasan atau produk yang dimilikinya. Beberapa penemuan yang umum dan mendasar juga tidak dapat diklaim sebagai hak paten perseorangan, demi kepentingan bersama. Inventor yang telah mengajukan invensi atau penemuannya ke dalam suatu hak paten akan memiliki kekuasaan penuh terhadap barang atau gagasan tersebut, dan berhak menuntut dan memproses secara hukum pihak yang tidak bertanggung jawab atas penyalahgunaan gagasan atau produk yang telah dipatenkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan hak paten Nomor 14 Tahun 2001.

    Chat WA