021 2237 9620 0853 5122 5081
08.00 – 16.30 WIB cs@patendo.com

Cara membuat brand sendiri

Cara membuat brand sendiri gampang, yang lebih diperhatikan oleh pengusaha adalah melindungi brand yang telah dibuat. Sudahkah brand anda terdaftar resmi? Konsultan HKI Patendo siap membantu melindungi merek anda, segera daftarkan merek usaha anda. siapa sih yang tidak ingin punya brand sendiri. Yang berkecimpung dalam dunia bisnis pastinya punya mimpi yang satu ini. Ada kebanggaan tersendiri jika akhirnya brand yang diimpikan dapat tercapai.

Brand sendiri merupakan identitas untuk sebuah produk yang dijual. Brand itu juga yang akan menunjukkan apa  dan seperti apa produk tersebut. Untuk membuat brand memang butuh waktu dan proses yang tidak cepat. Harus ada pertimbangan matang agar brand yang diimpikan terealisasi sesuai harapan.

Cara Membuat Brand Sendiri dengan Mudah

Membuat dan membangun brand dari nol memang bukan suatu hal yang gampang. Anda meski paham betul bagaimana cara membuat brand sendiri agar dikenal oleh banyak orang. Ada banyak hal juga yang mesti Anda perhatikan, mulai dari harus seperti apa tampilannya, bagaimana orang harus merasakannya dan pertanyaan lainnya.

Setiap orang yang akan membangun sebuah brand, harus dapat menghubungkan pemisah antara produk dan orang yang menjadi target penjualan. Brand yang baik akan selalu diingat dan dikenal serta memiliki pengaruh timeless. Untuk Anda yang saat ini berencana membuat, berikut kami paparkan langkah-langkah pembuatan brand.

Step by Step

Step by Step Cara Membuat Brand Sendiri

Ada banyak cara yang bisa dilakukan dalam membangun sebuah brand. Untuk Anda yang ingin tahu bagaimana gambarannya, berikut kami jelaskan caranya:

1. Lakukan Riset Pada Kompetitor dan Audiens
Mengenali kompetitor dan audiens adalah langkah yang paling mendasar. Lakukanlah riset pada target kompetitor dan juga audiens yang Anda targetkan. Jika saat ini Anda sedang membangun sebuah brand, ketahuilah kepada siapa brand tersebut ditujukan. Lalu, ketahui seperti apa persona masing-masing. Lalu kumpulkanlah semua data demografisnya.

Analisalah kompetitor Anda, cari tahu kompetitor potensial Anda yang menjual produk yang mirip dengan perusahaan Anda. Dari sinilah, Anda pun dapat mengetahui siapa saja yang menjadi target audiens.

Untuk mempermudahnya, Anda bisa melakukan beberapa langkah berikut:
• Gunakan mesin pencari untuk melakukan analisa atau riset yang berkaitan dengan produk yang dijual. Lakukan analisa terhadap kompetitor yang muncul pada halaman utama mesin pencari.

• Masuklah pada forum-forum maupun website luar negeri dan cari informasi sebanyak-banyaknya.

• Lakukan sosialisasi atau berbicara pada orang yang berpotensi sebagai audiens perusahaan Anda. tanyakan juga pada mereka, tentang brand apa saja yang menjadi preferensi mereka saat ini.

• Lakukan riset terhadap akun media sosial yang relevan dengan merek yang akan Anda bandingkan. Cari tahu demografis-nya melalui orang-orang yang mengikutinya.

2. Menentukan Nama Brand
Hal yang tidak kalah penting adalah nama dari brand yang akan Anda bangun. Memilih sebuah nama tergolong gampang-gampang susah. Pemilihan nama pun memiliki pengaruh yang cukup besar pada suatu bisnis. Nama yang bagus mampu mempengaruhi bisnis itu sendiri. Brand yang Anda buat tidak hanya sekedar nama saja, tapi reputasi, karakteristik dan brand itu yang akan dikenal oleh masyarakat.
Bagi sebuah bisnis, nama merek adalah salah satu komitmen penting.

Maka dari itu, tetapkanlah nama brand Anda sekarang juga. Nama brand pun dapat mempengaruhi pada pembuatan logo, marketing, pendaftaran merek dagang dan penentuan nama domain website. Usahakan untuk membuat sebuah nama merek yang sulit ditiru. Selain itu, gunakanlah nama yang unik dan mudah diingat. Jika memungkinkan, pilihlah jenis nama yang memiliki makna luas, hal ini penting untuk diperhatikan, khususnya ketika suatu waktu Anda ingin melakukan ekspansi bisnis.

3. Menentukan Karakteristik Brand Anda
Tentukanlah fokus brand yang akan Anda buat, karena hal ini menjadi suatu hal yang sangat penting. Fokus brand dapat mempengaruhi terhadap berbagai elemen yang ada pada saat Anda membangun brand tersebut.

Untuk mendapatkan fokus target yang sesuai, jawablah pertanyaan seperti kepada siapa Anda akan memberikan value merek dagang Anda? kebutuhan dalam hal apakah yang mampu dipenuhi oleh produk Anda? lalu, bagaimana cara Anda mengantarkan value yang telah disusun tersebut?

Pertanyaan-pertanyaan di atas adalah salah satu dasar untuk menentukan sebuah brand yang akan Anda buat.
Setelah Anda berhasil menjawabnya, Anda akan dapat menentukan brand voice pada social media atau jaringan internet yang Anda miliki lainnya.

4. Buat Slogan untuk Brand Anda
Tidak sedikit orang yang sulit untuk membuat sebuah slogan. Begitu juga mungkin Anda yang saat ini sedang bingung membuat slogan seperti apa. Slogan dapat mewakili visi dan misi perusahaan Anda. Dengan demikian, slogan pun dimasukkan ke dalam salah satu elemen yang juga tak kalah pentingnya.
Buatlah jenis slogan yang singkat namun deskriptif. Slogan tersebut harus mampu mewakili brand Anda agar mudah dikenali. Selain itu, Anda pun dapat menempatkannya sebagai headline pada website usaha Anda, social media, kartu nama dan lainnya.

Perlu juga Anda ketahui, bahwa slogan pun bisa Anda rubah seiring dengan perkembangan usaha Anda.

5. Desain Logo Merek Anda
Setelah menemukan nama dan slogan, selanjutnya Anda harus membuat desain untuk brand Anda. Desain yang Anda buat bisa menggunakan jasa desainer, atau bisa juga menggunakan kemampuan sendiri bagi yang ahli. Logo tersebut nantinya dapat menjadi wajah sebuah produk sehingga harus mampu mewakili visi maupun misi secara visual.

Brand Anda akan mudah dikenal dengan pembuatan logo. Jadi, pada saat membuatnya, usahakan untuk memilih jenis logo yang unik dan sederhana saja. Gunakan konsep minimalis yang mudah diingat oleh banyak orang. Begitu juga dengan pilihan warna yang tepat agar Nampak semakin menarik.

6. Menentukan Gaya Brand yang Akan Dibangun
Ada banyak hal yang perlu Anda perhatikan, diantaranya seperti font yang terkandung pada brand, warna dan lainnya. Hal tersebut merupakan elemen yang penting pada saat menentukan gaya brand Anda.

Gaya brand ini akan memvisualisasikan perusahaan atau bisnis yang sedang Anda geluti saat ini. Perhatikan juga warna apa yang akan digunakan untuk font. Untuk mendapatkan inspirasi warna, Anda bisa menggunakan berbagai tool maupun bertanya pada orang yang berpengalaman dalam memilih warna yang sesuai.

7. Terus Berusaha Untuk Mengembangkan Brand Anda
Membangun sebuah brand, tidak berhenti setelah Anda membuat nama, mendesain dan menentukan gayanya saja. Anda harus tetap konsisten pada saat pelanggan berinteraksi dengannya. Kehadiran pelanggan baru nantinya akan membuat Anda semakin pintar dan mudah melakukan evolusi bisnis.
Jagalah reputasi perusahaan Anda di pasaran, terutama reputasi di hadapan pelanggan yang setia. Dengan demikian Anda bisa menciptakan sebuah fondasi yang kuat dan loyal terhadap konsumen.

Langkah-langkah di atas memang bukanlah langkah yang mudah untuk dilakukan. Diperlukan kerja keras dan usaha agar brand kita dikenal oleh banyak orang. Brand adalah salah satu elemen paling penting di dalam suatu bisnis atau usaha.

cara membuat brand sendiri

Berikut ini adalah cara membuat brand sendiri yang terbukti ampuh. Terutama untuk Kamu yang masih pemula :

  1. Ada Konsep
    Agar bisa maksimal harus punya konsep terlebih dahulu. Sebelum menggeluti atau membuka suatu usaha tentunya Kamu sudah punya konsep seperti apa produk yang akan Kamu hasilkan.Konsep yang dibuat tidak harus selalu ribet dan rumit. Bisa dibuat konsep yang sederhana. Yang paling mudah adalah sesuaikan konsep dengan karakter Kamu. Karena brand biasanya akan mewakili yang Sang Pembuat.
  1. Logo Pas
    Lepas dari konsep, buatlah sebuah logo yang juga mencerminkan usaha yang sedang digeluti. Cara membuat brand sendiri dengan diwakili logo butuh pemikiran matang agar pas antara nama, konsep dan tujuan.
  1. Sesuai Target
    Brand yang dibuat harus sesuai dengan target market yang ingin dituju. Jangan sampai target adalah remaja, tapi brand yang dibuat malah mengarah pada orang dewasa. Tentu tidak pas dan juga tidak klop. Terlebih dahulu tentukan target seperti apa yang ingin dituju.
  1. Bikin yang Aneh/nyeleneh
    Kebanyakan orang akan selalu ingat jika bertemu dengan nama yang unik dan aneh. Apalagi jika itu nyeleneh. Jadi bukan suatu hal yang dilarang jika ingin membuat nama brand yang aneh.Dengan nama aneh tersebut orang akan cenderung ingin tahu. Keingin tahuan itulah yang akan mendatangkan banyak pelanggan. Cara ini cukup ampuh lho.
  1. Beda dengan yang Lain
    Cara membuat brand sendiri bisa juga dilakukan dengan membuat nama yang beda dengan yang lain. Umumnya saat trend tertentu orang akan cenderung mengekor, jadi nama yang sama tidaklah aneh. Dengan nama yang beda pula orang akan lebih ingat. Nama yang berbeda akan minim dari dugaan plagiat.

Membuat brand sendiri sudah beres, tapi bukan berarti Kamu bisa bersantai setelah menemukan nama yang pas. Agar brand semakin dikenal Kamu bisa lakukan beberapa hal berikut;

  1. Soft Launching
    Nama brand telah ditemukan. Nama yang cocok dan pas. Saatnya launching nama tersebut. Bisa dirayakan sederhana, karena tujuan awalnya memang mengenalkan brand. Bisa sekaligus mengenalkan produk unggulan.
  1. Bonus di awal Pembukaan
    Untuk menarik minat pembeli alangkah baiknya jika diawal launching brand sekaligus pembukaan, Kamu bisa memberi bonus spesial bagi pembeli atau pengunjung. Dengan bonus itu orang akan terkesan dan akan selalu ingat dengan brand yang Kamu kenalkan.
  1. Jangan Hanya Offline
    Jaman sekarang mengenalkan suatu brand tidak harus lewat offline saja. Lebih ampuh jika dilakukan online juga. Karena telah terbukti pengunjung online ternyata lebih banyak dari offline.
  1. Lindungi Brand Kamu
    Yang paling penting dari cara membuat brand sendiri adalah segera lindungi nama brand Kamu. Caranya? Daftarkan nama merk usaha anda bersama Patendo Konsultan Merek .
Bagikan :
There are currently no comments.

For security, use of Google's reCAPTCHA service is required which is subject to the Google Privacy Policy and Terms of Use.

I agree to these terms.