021 2237 9620 0853 5122 5081
08.00 – 16.30 WIB cs@patendo.com

Kekayaan Intelektual

Pendaftaran kekayaan intelektual seperti merek dagang, desain industri dan hak cipta bisa Anda daftarkan. Bersama konsultan HKI Terdaftar Patendo pendaftaran lebih mudah, dapatkan biaya yang terjangkau. Cocok untuk UMKM dan pengusaha yang baru mulai usaha. WA 0813 8670 6312.

Kekayaan intelektual itu sendiri adalah sebuah karya cipta yang dibuat oleh manusia untuk dirinya sendiri atau untuk digunakan banyak orang. Saat ini kekayaan Intelektual yang dimiliki oleh seseorang dilindungi oleh undang-undang.

Kekayaan intelektual

Pengertian Kekayaan Intelektual

Kekayaan Intelektual merupakan kekayaan yang lahir atau timbul dari kemampuan intelektual manusia. Kemampuan yang lahir dan timbul dapat berupa karya di bidang teknologi, ilmu pengetahuan, seni dan sastra. Karya-karya tersebut dilahirkan atau dihasilkan atas kemampuan intelektual manusia melalui curahan waktu, tenaga, pikiran, daya cipta, rasa dan karsanya.

Hal tersebut yang mendasari perbedaan kekayaan intelektual manusia dengan kekayaan yang lainnya yang juga dapat di miliki manusia tetapi tidak dihasilkan dari intelektualitas manusia. Misalnya kekayaan alam dari ciptaan sang Pencipta seperti tanah, tumbuhan, air dan lain-lain. Meskipun tanah dan atau tumbuhan dapat dimiliki oleh manusia tetapi tanah dan tumbuhan bukanlah hasil karya intelektual manusia.

Kekayaan atau aset berupa karya-karya yang dihasilkan dari pemikiran atau kecerdasan manusia mempunyai nilai atau manfaat ekonomi bagi kehidupan manusia sehingga dapat dianggap juga sebagai aset komersial.

Karya-karya yang dilahirkan atau dihasilkan atas kemampuan intelektual manusia baik melalui curahan tenaga, pikiran dan daya cipta, rasa serta karsanya sudah sewajarnya diamankan dengan menumbuh kembangkan sistem perlindungan hukum atas kekayaan tersebut yang dikenal sebagai sistem Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

HKI merupakan cara melindungi kekayaan intelektual dengan menggunakan peraturan hukum yang ada, kekayaan intelktual yang diatur dalam Undang-Undang berupa Hak Cipta, Paten, Merek dan Indikasi Geografis, Rahasia Dagang, Desain Industri, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Perlindungan Varietas Tanaman.

HKI merupakan hak privat (private rights) bagi seseorang yang menghasilkan suatu karya intelektual. Di sinilah ciri khas HKI, seseorang bebas untuk mengajukan permohonan atau mendaftarkan karya intelektualnya atau tidak.

Hak ekslusif yang diberikan negara kepada individu pelaku HKI (inventor, pencipta, pendesain dan sebagainya) dimaksudkan sebagai penghargaan atas hasil karya (kreativitas)nya dan agar orang lain terangsang untuk dapat lebih lanjut mengembangkannya lagi, sehingga dengan sistem HKI tersebut kepentingan masyarakat ditentukan melalui mekanisme pasar.

Di samping itu, sistem HKI menunjang diadakannya sistem dokumentasi yang baik atas segala bentuk kreativitas manusia sehingga kemungkinan dihasilkannya teknologi atau hasil karya lainnya yang sama dapat dihindarkan/dicegah.

Dengan dukungan dokumentasi yang baik tersebut, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkannya dengan maksimal untuk keperluan hidupnya atau mengembangkannya lebih lanjut untuk memberikan nilai tambah yang lebih tinggi lagi.

Kekayaan intelektual merek

Kekayaan Intelektual sebagai Hak Kebendaan

Kekayaan Intelektual berasal dari kreativitas manusia dalam berbagai bentuk yang memiliki manfaat untuk memajukan kehidupan manusia. Kekayaan intelektual mempunyai sifat kebendaan yang melekat pada hasil kemampuan intelektualitas manusia.

Hak kebendaan adalah hak mutlak atas suatu benda yang memberikan kekuasaan langsung atas suatu benda dan dapat dipertahankan terhadap siapapun. Adapun ciri pokok hak kebendaan sebagai berikut:

1. Merupakan hak yang mutlak artinya dapat dipertahankan terhadap siapapun.

2. Mempunyai hak yang mengikuti artinya hak itu terus menerus mengikuti bendanya dimanapun dan dalam tangan siapapun.

3. Sistem yang dianut hak kebendaan adalah yang lebih dahulu terjadi mempunyai kedudukan dan tingkat yang lebih tinggi daripada yang kemudian.

4. Mempunyai sifat yang didahulukan (droit preference).

5. Adanya gugatan kebendaan.

6. Dapat memindahkan hak kebendaan secara penuh.

Hak yang termasuk dalam pengertian benda meliputi barang dan hak. Barang merupakan benda materiil (tangible goods) yang ada wujudnya karena dapat dilihat dan diraba, misalnya, rumah, komputer, kendaraan dan lain-lain.

Sedangkan hak adalah benda immateriil (intangible goods) yang tidak ada wujudnya karena tidak dapat dilihat dan diraba, misalnya hak pakai, hak pungut hasil, gadai, hak guna usaha, hipotik dan lain-lain.

Benda dalam kerangka hukum perdata dapat diklasifikasikan ke dalam berbagai kategori, antara lain adalah pengelompokan benda ke dalam klasifikasi bergerak dan tidak bergerak.

Benda bergerak dapat dibagi dalam dua bagian yaitu benda berwujud dan benda tidak berwujud. Hak atas benda berwujud disebut hak absolut atas suatu benda, sedangkan hak atas benda tidak berwujud disebut hak absolut atas suatu hak dan HKI merupakan hak atas benda bergerak yang tidak berwujud.

Hak milik adalah hak yang paling utama dan pemiliknya dapat menguasai benda secara mutlak dalam arti dapat melakukan perbuatan hukum atas benda tersebut secara eksklusif dengan pembatasan atas hak milik tersebut adalah tidak bertentangan dengan undang-undang dan ketertiban umum, tidak mengakibatkan gangguan dan adanya kemungkinan pencabutan hak (onteigening).

Konsep hak milik dalam hukum Eropa kontinental menunjukkan ciri yang sangat khusus dan memberikan hak yang luas bagi pemilik. Lebih lanjut mengemukakan ciri-ciri hak milik sebagai berikut:

1. Hak milik itu selalu merupakan hak induk terhadap hak-hak kebendaan yang lain.

2. Hak milik ditinjau dari kuantitetnya merupakan hak yang selengkap-lengkapnya.

3. Hak milik bersifat tetap artinya tidak akan lenyap terhadap hak kebendaan yang lain.

4. Hak milik mengandung semua hak kebendaan yang lain dan hak kebendaan bagian dari hak milik.

Hak kebendaan merupakan hak mutlak atau bersifat absolut atas suatu benda dan dapat dipertahankan terhadap siapapun akan tetapi tidak boleh bertentangan dengan ketertiban umum dan kesusilaan.

Kekayaan intelektual sebagai contoh hak kebendaan yang bersifat absolut salah satu ciri yang menonjol dalam arti dapat dipertahankan kepada siapapun dan mempunyai hak untuk menuntut setiap perbuatan yang melanggar haknya.

Sifat absolut HKI akan menimbulkan hak eksklusif bagi inventor atau pencipta atau pendesain atau pemegang hak untuk memonopoli HKI dalam jangka waktu tertentu dan tidak seorangpun dapat mengunakan hak ini kecuali dengan seizin inventor atau pencipta atau pendesain atau pemegang hak.

Kekayaan intelektual merek dagang

Kekayaan Intelektual dapat dialihkan karena sifat-sifatnya adalah:

a. Benda bergerak tidak berwujud

Undang-undang menganggap HKI adalah benda bergerak tidak berwujud, HKI dapat beralih dan dialihkan seluruh atau sebagian karena pewarisan, hibah, wasiat, dijadikan milik negara, perjanjian.

HKI yang beralih karena pewarisan terjadi karena Undang-Undang, artinya tanpa memerlukan akta, akan tetapi peralihan selain secara pewarisan harus dialihkan secara tertulis dengan akta.

b. Dapat dibagi,

HKI bersifat dapat dibagi artinya dapat dialihkan seluruh atau sebagian kepada pihak lain. Pengalihan seluruhnya atau sebagian ditunjuk dengan pembuatan yang dilakukan berkenaan dengan penggunaan hak.

c. Tidak dapat disita

Kekayaan Intelektual merupakan benda bergerak yang tidak berwujud yaitu berupa hak yang tidak dapat disita.

Pemikiran ini didasarkan pada alasan HKI bersifat pribadi dan manunggal dengan diri pribadi pencipta atau penemu, artinya jika terjadi pelanggaran maka yang dapat dilarang adalah perbuatan pemilik atau pemegang hak yang menggunakan hak tersebut.

Kekayaan intelektual desain industri

Prinsip-prinsip Kekayaan Intelektual

HKI merupakan salah satu bidang yang dapat memberikan manfaat dalam pembangunan ekonomi suatu negara, oleh karena itu untuk dapat mengoptimalkan fungsi HKI dalam pertumbuhan ekonomi maka salah satu cara adalah dengan memberi perlindungan terhadap HKI.

Perlindungan diperlukan untuk menjamin bahwa hak eksklusif kekayaan intelektual seseorang tidak dirugikan oleh pihak lain, sehingga dengan adanya perlindungan dapat menciptakan iklim persaingan yang sehat dan mendorong pemilik HKI untuk menginvestasikan dan mengalihkan teknologinya.

Prinsip utama HKI yaitu dengan memakai kemampuan intelektualnya, maka pihak yang menghasilkan karya tersebut akan mendapatkan hak kepemilikan. HKI memberikan kepastian hukum atas hak kepemilikan sebagai bukti hak tersebut sudah di lindungi.

Gambaran ini menunjukan bahwa perlindungan hukum adalah kepentingan pemilik pribadi maupun kelompok yang merupakan subjek hukum.

Perjanjian TRIPs –WTO ini merupakan satu hal yang wajar dan berlaku dengan sendirinya yaitu setiap anggota yang terikat dengan Perjanjian TRIPs-WTO harus melaksanakan prinsip–prinsip perlindungan dalam Perjanjian TRIPs-WTO serta memberi perlindungan yang dicantumkan dalam Konvensi Bern.

Sama hal nya dengan Hak Cipta, dalam hal perlindungan hak milik industri juga menembus batas nasional, kepentingan perlindungan HKI tidak hanya sekedar keharusan karena keberadaan perjanjian TRIPs-WTO dapat dikatakan sebagai langkah baru dalam kancah perekonomian nasional.

Prinsip-prinsip HKI dalam Perjanjian TRIPs-WTO adalah sebagai berikut:

1. Prinsip Free to Determine adalah ketentuan yang memberikan kebebasan kepada para anggotanya untuk menentukan cara-cara yang dianggap sesuai untuk menerapkan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Perjanjian TRIPs-WTO ke dalam sistem hukum dan hukum mereka.

2. Prinsip Intellectual Property Convention adalah ketentuan yang mengharuskan para anggota untuk menyesuaikan peraturan perundang-undangan dengan berbagai konvensi internasional di bidang HKI.

3. Prinsip National Treatment Prinsip ini tertuang dalam Pasal 3 TRIPs-WTO yang mengharuskan para anggotanya untuk memberikan perlindungan HKI yang sama antar warga negaranya sendiri dengan warga negara anggota lainnya, dengan memperhatikan beberapa pengecualian yang telah ada berdasarkan Konvensi Paris, Konvensi Bern, Konvensi Roma, dan IPIC Treaty Washington 1989.

4. Prinsip Most Favour Nation Prinsip ini sebagai prinsip perlakuan istimewa bagi negara tertentu yang tertuang dalam Pasal 4 TRIPsWTO. Prinsip ini memuat ketentuan yang mengharuskan para anggotanya memberi perlindungan HKI yang sama terhadap seluruh anggotanya.

Prinsip ini untuk menghindar terjadinya diskriminasi suatu negara terhadap negara lain dalam memberikan perlindungan HKI.

5. Prinsip Exhaustion adalah ketentuan yang berhubungan dengan penyelesaian sengketa berdasarkan Perjanjian TRIPs-WTO.

Kekayaan intelektual hak cipta

Manfaat Perlindungan Kekayaan Intelektual

1. Memberikan perlindungan hukum sebagai insentif bagi pencipta inventor dan desainer dengan memberikan hak khusus untuk mengkomersialkan hasil dari kreativitasnya dengan menyampingkan sifat tradisionalnya.

2. Menciptakan iklim yang kondusif bagi investor.

3. Mendorong kegiatan penelitian dan pengembangan untuk menghasilkan penemuan baru di berbagai bidang teknologi.

4. Sistem Paten akan memperkaya pengetahuan masyarakat dan melahirkan penemu penemu baru.

5. Peningkatan dan perlindungan HKI akan mempercepat pertumbuhan indrustri, menciptakan lapangan kerja baru, mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas hidup manusia yang memberikan kebutuhan masyarakat secara luas.

6. Indonesia sebagai negara yang memiliki keanekaragaman suku/ etnik dan budaya serta kekayaan di bidang seni, sastra dan budaya serta ilmu pengetahuan dengan pengembangannya memerlukan perlindungan HKI yang lahir dari keanekaragaman tersebut.

7. Memberikan perlindungan hukum dan sekaligus sebagai pendorong kreatifitas bagi masyarakat.

8. Mengangkat harkat dan martabat manusia dan masyarakat Indonesia.

9. Meningkatkan produktivitas, mutu, dan daya saing produk ekonomi Indonesia.

alur pendaftaran merek indonesia

Peran dan tantangan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di Indonesia

1. Menciptakan iklim perdagangan dan investasi ke Indonesia.

2. Meningkatkan perkembangan teknologi di Indonesia.

3. Mendukung perkembangan dunia usaha yang kompetitif dan spesifik dalam dunia usaha.

4. Meningkatkan invensi dan inovasi dalam negeri yang berorientasi ekspor dan bernilai komersial.

5. Mempromosikan sumber daya sosial dan budaya yang dimiliki.

6. Memberikan reputasi internasional untuk ekspor produk lokal yang berkarakter dan memiliki tradisi budaya daerah.

fungsi pendaftaran merek paten

Tujuan Perlindungan Kekayaan Intelektual

1. Memberi kejelasan hukum mengenai hubungan antara kekayaan dengan inventor, pencipta, desainer, pemilik, pemakai, perantara yang menggunakannya, wilayah kerja pemanfaatannya dan yang menerima akibat pemanfaatan HKI untuk jangka waktu tertentu.

2. Memberikan penghargaan atas suatu keberhasilan dari usaha atau upaya menciptakan suatu karya intelektual.

3. Mempromosikan publikasi invensi atau ciptaan dalam bentuk dokumen HKI yang terbuka bagi masyarakat.

4. Merangsang terciptanya upaya alih informasi melalui kekayaan intelektual serta alih teknologi melalui paten.

5. Memberikan perlindungan terhadap kemungkinan ditiru karena karya intelektual karena adanya jaminan dari negara bahwa pelaksanaan karya intelektual hanya diberikan kepada yang berhak.

pendaftaran merek Haki

Ruang Lingkup Hak Kekayaan Intelektual

Hukum mengatur beberapa macam kekayaan yang dapat dimiliki oleh seseorang atau suatu badan hukum. Terdapat tiga jenis benda yang dapat dijadikan kekayaan atau hak milik, yaitu :

1. Benda bergerak, seperti emas, perak, kopi, teh, alat-alat elektronik, peralatan telekominukasi dan informasi, dan sebagainya.

2. Benda tidak bergerak, seperti tanah, rumah, toko, dan pabrik.

3. Benda tidak berwujud, seperti paten, merek, dan hak cipta.

Hak Kekayaan Intelektual (HKI) termasuk dalam bagian hak atas benda tak berwujud. Berbeda dengan hak-hak kelompok pertama dan kedua yang sifatnya berwujud, Hak Kekayaan Intelektual sifatnya berwujud, berupa informasi, ilmu pengetahuan, teknologi, seni, sastra, keterampilan dan sebaginya yang tidak mempunyai bentuk tertentu.

Ruang Lingkup Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang memerlukan perlindungan hukum secara internasional yaitu :

1. Hak Cipta

Hak cipta adalah hak khusus yang diberikan kepada pencipta untuk dapat menggumumkan dan memperbanyak ciptaanya. Ciptaan yang dilindungi yaitu bidang ilmu pengetahuan, seni dan sastra.

Hak cipta hanya diberikan kepada penerima hak eksklusif yaitu seorang atau beberapa orang secara bersama-sama yang mempunyai inspirasi lahir suatu ciptaan berdasarkan pikiran, imajinasi, kecekatan, ketrampilan atau keahlian yang dituangkan dalam bentuk khas dan bersifat pribadi.

2. Merek

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 Pasal 1 Ayat 1 Merek adalah tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa.

Merek merupakan tanda yang digunakan untuk membedakan suatu produk dengan produk lainnya, dengan tujuan memajukan perdagangan, menjaga kualitas dan melindungi produsen serta konsumen.

Terdapat beberapa istilah merek yang biasa digunakan, yang pertama merek dagang adalah merek yang digunakan pada barang yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan barang-barang sejenis lainnya.

Merek jasa yaitu merek yang digunakan pada jasa yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan jasa-jasa sejenis lainnya.

Merek kolektif adalah merek yang digunakan pada barang atau jasa dengan karakteristik yang sama yang diperdagangkan oleh beberapa orang atau badan hukum secara bersama-sama untuk membedakan dengan barang atau jasa sejenis lainnya.

Hak atas merek adalah hak khusus yang diberikan negara kepada pemilik merek yang terdaftar dalam Daftar Umum Merek untuk jangka waktu tertentu, menggunakan sendiri merek tersebut atau memberi izin kepada seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk menggunakannya.

Pendaftaran Merek diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia kepada Kantor Merek.dalam hal ini adalah Direktorat Jendral HKI.

Unsur-unsur yang tidak dapat didaftarkan sebagai merek menurut Pasal 5 Undang-Undang Merek yaitu :

1. Tanda yang bertentangan dengan kesusilaan dan ketertiban umum.

2. Tanda yang tidak memiliki daya pembeda.

3. Tanda yang telah menjadi milik umum.

4. Tanda yang merupakan keterangan atau berkaitan dengan barang atau jasa yang dimintakan pendaftaran.

3. Indikasi Geografis

Berdasarkan Undang-Undang No. 15 Tahun 2001 Pasal 56 Ayat 1 Tentang Merek bahwa, Indikasi geografis dilindungi sebagai suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia, atau kombinasi dari kedua faktor tersebut, memberikan ciri dan kualitas tertentu pada barang yang dihasilkan.

4. Desain Industri

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2000 Pasal 1 Ayat 1 Tentang Desain Industri, bahwa desain industri adalah suatu kreasi tentang bentuk, konfigurasi, atau komposisi garis atau warna, atau garis dan warna, atau gabungan daripadanya yang berbentuk tiga dimensi atau dua dimensi yang memberikan kesan estetis dan dapat diwujudkan dalam pola tiga dimensi atau dua dimensi serta dapat dipakai untuk menghasilkan suatu produk, barang, komoditas industri, atau kerajinan tangan.

Hak Desain berdasarkan Pasal 1 Ayat (5) Undang-Undang No 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri adalah “hak eksklusif yang diberikan oleh negara Republik Indonesia kepada pendesain atas hasil kreasinya untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri, atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakan hak tersebut”.

Berdasarkan ketentuan Pasal 1 Ayat (5) Undang-Undang No 31 Tahun 2000 tentang Desain tersebut, dapat disimpulkan bahwa hak tersebut adalah hak khusus pemilik desain terdaftar yang diperoleh dari negara. Dengan kata lain, berarti diperolehnya hak kepemilikan atas desain adalah sebagai konsekuensi telah didaftarkannya desain tersebut pada kantor Desain, dalam hal ini adalah Direktorat Jenderal HKI.

Apabila pendesain mendaftarakan desainnya, maka ia akan mendapatkan hak pemegang dan perlindungan dari Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual.

5. Paten

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2001 Pasal 1 Ayat 1, Paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh Negara kepada Inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi, yang untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri invensinya tersebut atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakannya.

Paten hanya diberikan negara kepada penemu yang telah menemukan suatu penemuan (baru) di bidang teknologi. Yang dimaksud dengan penemuan adalah kegiatan pemecahan masalah tertentu di bidang teknologi yang berupa, proses, hasil produksi, penyempurnaan dan pengembangan proses, penyempurnaan dan pengembangan hasil produksi.

Penemuan diberikan paten oleh negara jika telah melewati proses pengajuan permohonan paten kepada Direktorat Jendral HKI. Penemuan yang tidak dapat dipatenkan sebagaimana diatur dalam Pasal 7 Undang-Undang Paten, yaitu :

a. Penemuan tentang proses atau hasil produksi yang pengumuman dan penggunaan atau pelaksanaannya bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, ketertiban umum, dan kesusilaan.

b. Penemuan tentang metode pemeriksaan, perawatan, pengobatan, dan pembedahan yang diterapkan terhadap manusia dan hewan, tetapi tidak menjangkau produk apapun yang digunakan atau berkaitan dengan metode tersebut.

c. Penemuan tentang teori dan metode di bidang ilmu pengetahuan dan matematika.

6. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2000 Pasal 1 Ayat 1 Tentang Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu bahwa, Sirkuit Terpadu adalah suatu produk dalam bentuk jadi atau setengah jadi, yang di dalamnya terdapat berbagai elemen dan sekurang-kurangnya satu dari elemen tersebut adalah elemen aktif, yang sebagian atau seluruhnya saling berkaitan serta dibentuk secara terpadu di dalam sebuah bahan semikonduktor yang dimaksudkan untuk menghasilkan fungsi elektronik.

7. Rahasia Dagang

Menurut Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2000 Tentang Rahasia Dagang bahwa, Rahasia Dagang adalah informasi yang tidak diketahui oleh umum di bidang teknologi dan/atau bisnis, mempunyai nilai ekonomi karena berguna dalam kegiatan usaha, dan dijaga kerahasiaannya oleh pemilik Rahasia Dagang.

pendaftaran merek dan logo mudah

Kemanakah Pendaftar Kekayaan Intelektual ?

Pendaftaran Kekayaan Intelektual seperti hak cipta, merek dagang, dan desain industri dapat dilakukan di Direktorat Jendral HKI, akan lebih mudah dan efisien jika mendaftarkan melalui jasa konsultan HKI terdaftar.

Dalam kacamata bisnis, hal ini menjadi sangat penting untuk kelancaran bisnis. Kreativitas bisnis bersifat komersil dan bisa menghasilkan keuntungan. Keuntungan ini bisa saja terganggu jika Perusahaan tidak memperhatikan dan melindungi hasil karya cipta intelektual mereka.

Resiko Bisnis tanpa Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual

Sebagai Pengusaha, anda pasti menyadari bahwa merek adalah identitas bisnis perusahaan yang paling penting bagi perusahaan. Merek adalah tanda pengenal perusahaan bagi masyarakat. Merek anda bisa saja ditiru oleh pihak lain digunakan untuk keuntungan mereka.

Atau bisa saja merek anda ditiru dan dibuat ulang dengan kualitas yang lebih rendah. Hal ini akan menurunkan citra anda di mata konsumen. Tanpa perlindungan atas merek Anda, Anda tidak bisa menuntut pelaku untuk bertanggung jawab atau menghentikan aktivitas pelaku meskipun merek tersebut adalah ide Anda.

cara membuat brand kosmetik

Keuntungan Mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual

Kekayaan Intelektual dilindungi dalam Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual. Artinya, jika anda mendaftarkan merek atau jasa anda ke Dirjen HKI, skenario dimana pihak yang tidak bertanggung jawab mengambil keuntungan dari merek atau jasa yang Anda bangun bisa dihindari.

Anda bisa menuntut pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengganti kerugian anda serta menghentikan aktivitas bisnisnya.

Selain itu, Merek atau jasa yang telah didaftarkan akan meningkatkan nilai jual produk dimana Perusahaan bisa berkembang dengan cara menjual franchise ke merchant lain tanpa khawatir merek atau jasa anda akan ditiru tanpa kompensasi kepada Perusahaan anda.

Perlukah anda Mendaftar Jika Perusahaan Anda masih Belum cukup Berkembang?

Anda mungkin merasa bahwa jika merek perusahaan masih berada di tahap awal maka ini tidak diperlukan. Sebenarnya, mendaftarkan merek lebih cepat akan menguntungkan. Perlu diketahui bahwa sistem pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual di Indonesia adalah first to file .

Artinya, siapapun yang mendaftarkan merek lebih dulu adalah yang berhak atas merek tersebut. Jika menunggu merek berkembang, bisa saja ada pihak lain yang mendaftarkan merek anda lebih dulu atas nama mereka dan meminta uang yang besar dengan ancaman mereka bisa saja menuntut Anda .

Sindikat seperti ini sudah ada di Indonesia dan sudah memakan banyak korban, terutama merek perusahaan besar.

hak merek haki

Konsultan akan sangat membantu dalam mengurus prosedur pendaftaran hak kekayaan intelektual Anda, mulai dari persyaratan pendaftaran, pengajuan permohonan hingga penerbitan sertifikat yang sudah disetujui Dirjen HKI. Dengan baiaya yang terjangkau, Patendo siap melayani anda, silahkan segera email kami cs@patendo.com.

Bagikan :
There are currently no comments.